Ekonomi & BisnisHeadlineRuang Menulis

“Pendidikan Tergilas Karena Pertambangan” Oleh : Risman K Abas Sekum HMI Komisariat FEBI IAIN Ternate

88
×

“Pendidikan Tergilas Karena Pertambangan” Oleh : Risman K Abas Sekum HMI Komisariat FEBI IAIN Ternate

Sebarkan artikel ini
Dok. Media | Risman K Abas

MALUT, JELAJAHPOST.COM | Pendidikan, merupakan salah satu upaya kita untuk menanggulangi kebodohan dan kemiskinan yang terjadi di Negara kita, Indonesia. Yang mana kita ketahui bersama, bawasannya dengan seseorang mengenyam bangku sekolah, maka orang tersebut telah mengetahui berbagai hal yang ada di dunia ini.

Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan individu dan masyarakat. Dalam dunia yang semakin kompetitif saat ini, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana untuk membentuk karakter dan keterampilan individu agar dapat mengembangkan potensi diri dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan.

Investasi dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan keterampilan dan pengetahuan seseorang tetapi juga membuka pintu menuju peluang ekonomi yang lebih baik, memfasilitasi pergerakan ke atas dalam struktur sosial (Yuniarto, 2016).

Dengan pendidikan orang akan mampu untuk menata masa depanya dengan bijaksana, dan dapat berfikir lebih kritis dalam memecahkan suatu masalah yang terjadi didalam kehidupannya.

Namun, realitas yang terjadi sekarang menunjukkan adanya hambatan yang signifikan akibat hadirnya industri pertambangan ekstra aktif di Maluku Utara yang secara tidak langsung merubah pola pikir masyarakat dan generasi sebagai penerus bangsa. Aktivitas pertambangan tidak hanya membentuk perubahan ekonomi, tetapi juga meresap ke dalam struktur sosial dan budaya masyarakat sekitarnya.

Salah satu aspek yang sangat mempengaruhi adalah pola pikir masyarakat dan genersi penerus bangsa bahwa pendidikan tidaklah begitu penting melainkan ekonomi yang di agungkan, karena menambah pundi-pundi pendapatan ekonomis masyarakat.

Sehingga banyak juga orang tua yang menyuruh anak-anaknya agar tidak melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi karena hanya akan mengeluarkan uang saja, apalagi kalau selesai menempuh pendidikan ujung-ujungnya juga akan mencari pekerjaan.

Pola pikir dan perilaku masyarakat pada pendidikan setelah adanya aktifitas pertambangan ekstra aktif mengalami perubahan sosial berdasarkan fenomena yang terjadi, Pengembangan industri yang dikombinasikan dengan kebutuhan efisiensi dan sosialisasi dalam kalkulasi ekonomi dengan penggunaan teknologi telah mengakibatkan penurunan peran dan fungsi pendidikan dalam kehidupan masyarakat dikarenakan kebutuhan ekonomi menjadi pilar utama di tengah-tengah masyarakat.

Aktivitas pertambangan menawarkan peluang ekonomi yang menarik, memimpin sebagian besar masyarakat (orang tua) dan regenersi bangsa untuk mengalihkan perhatian dari pendidikan menuju mata pencaharian yang lebih menguntungkan. Perubahan dalam intensitas dan fokus masyarakat ini bisa disebabkan oleh tekanan ekonomi baru dan komitmen waktu yang diperlukan untuk mengatasi tantangan yang timbul dari aktivitas pertambangan.

Selain itu, perubahan sosial dan budaya juga terjadi sebagai respons terhadap aktivitas pertambangan, nilai-nilai tradisional mungkin berhadapan dengan nilai-nilai ekonomi yang baru muncul dan akan merubah pola perilaku gaya hidup masyarakat.

Fakta yang di analisa penulis dilapangan menunjukkan bahwa keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas sering kali tidak mampu menyediakan sarana pendidikan yang memadai bagi anak-anak mereka.

Di daerah Maluku Utara banyak anak yang terpaksa bekerja membantu orang tua mereka demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sehingga waktu dan energi untuk belajar menempuh pendidikan keperguruan tinggi menjadi sangat terbatas akibat ekonomi yang tidak mencuckupi dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Apalagi dengan hadirnya pertambangan ekstra aktif menjadi alternatif, sehingga banyak anak-anak generasi penerus bangsa lebih memilih bekerja di tambang karena dapat membantu ekonomi keluarga di bandingkan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang notabenya selesai dari perguruan tinggi juga akan ujung-ujungnya juga mencari pekerjaan.

Direksi : KnM