Halmahera SelatanHeadlineMaluku Utara

Pernyataan Rijal M. Ali Soal Kapus, Dikecam Pemuda Desa Palamea

168
×

Pernyataan Rijal M. Ali Soal Kapus, Dikecam Pemuda Desa Palamea

Sebarkan artikel ini
Dok. Sumber Pemuda-Pemudi Desa Palamea Kasiruta Barat

HALSEL, JELAJAHPOST.COM| Tokoh Pemuda Desa Palamea Kecamatan Kasiruta Barat geram dengan pernyataan Rijal M. Ali di salah-satu media online. Pasalnya pernyataan tersebut dinilai mengabaikan prinsip musyawarah dimana, Rijal mengatasnamakan tokoh masyarakat padahal disampaikan sepihak olehnya. Hal ini dikatakan tidak relevan. Senin (07/04/2025)

Salah satu Tokoh Pemuda Desa Palamea, justru mempertanyakan status ketokohan dan pencatutan Rijal pada statemennya dalam narasi berita di salah satu media Online.

“Saya disini juga mewakili masyarakat Palamea dan tokoh masyarakat. Dengan tegas menolak keras untuk Kapus baru di Kecamatan Kasiruta Barat,” tegas Rijal. (Salah satu statemen Rijal yang dilansir dari media online Terbitmalut.com)

Bobi Sangaji bersama anggota pemuda Palamea, menyesalkan tindakan Rijal M. Ali karena mencatut dan mengatasnamakan masyarakat dalam sebuah misi pembelaan oknum Kepala Puskesmas yang sudah jelas-jelas memiliki masalah. Meskipun masalah tersebut menyangkut privasi oknum Kapus itu sendiri.

“Sebelum mencatut kata “tokoh dan masyarakat” dalam komentarnya Rijal M. Ali, semestinya mempertimbangkan secara matang terlebih dahulu apalagi dalam statemennya untuk membela oknum Kapus yang diduga tidak beretika dalam menjalankan tugasnya dan kemudian berdampak buruk bagi masyarakat Palamea itu sendiri, “kata Bobi, cs

Selain itu, Bobi juga menegaskan peredaran foto Pemuda yang kala itu sedang melakukan pertemuan untuk membentuk panitia turnamen bola kaki di Desa Palamea, yang dipelintir sebagai mosi penolakan permohonan pergantian Kepala Puskesmas untuk ditarik kembali atau diluruskan, karena pertemuan itu dalam rangka membentuk panitia turnamen bola kaki bukan untuk menolak keputusan pemerintah.

“Ini sudah di luar nalar, karena Pemuda tidak punya kaitan apapun soal ganti mengganti pejabat dalam lingkup pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan. Mau sapa ganti sapa itu torang tara urusan yang jelas berkumpulnya pemuda saat itu untuk membicarakan pembentukan panitia turnamen bola kaki bukan untuk menolak pergantian Kapus, “terangnya.

“Namun, dengan beredarnya berita Kepala Puskesmas Palamea yang diduga tersandung kasus perselingkuhan, atas nama Pemuda kami mendukung penuh pergantian Kapus Fahri Assagaf, “sambung Bobi

Menurutnya, peristiwa pemukulan yang dilakukan oknum (Isteri) Kepala Puskesmas Palamea sempat beredar dalam bentuk video di salah-satu grup WhatsApp sehingga memperkuat kebenaran dugaan perselingkuhan tersebut.

“Peristiwa pemukulan itu menjadi salah-satu bukti untuk memperkuat dugaan perselingkuhan Kapus Palamea. Dimana, Puskesmas yang seharusnya menjadi tempat pelayanan kesehatan masyarakat Palamea dijadikan sarana pertumbuhan cinta terlarang yang itu bisa berdampak pada menurunnya pelayanan kesehatan masyarakat di Palamea dan Kasiruta Barat pada umumnya, “jelas Bobi lagi.

“Apa lagi pelakunya seorang pemimpin lembaga itu sendiri, ini sungguh tidak beretika. Untuk itu kami mendukung rencana penggantian Kepala Puskesmas Palamea yakni, Fahri Assagaf, “pungkasnya (Awhy)