Halmahera SelatanHeadlineHukrimMaluku Utara

Dua Mahasiswa Diduga Jadi Korban Pemukulan Aparat Keamanan Saat Demo di Halsel

1251
×

Dua Mahasiswa Diduga Jadi Korban Pemukulan Aparat Keamanan Saat Demo di Halsel

Sebarkan artikel ini
Dok. Media, Selasa 2 September 2025

HALSEL, JELAJAHPOST.COM | Pihak aparat keamanan Polres Halmahera Selatan (Halsel) memukul mundur secara paksa para massa aksi pendemo yang akan menggelar demonstrasi di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halsel, Desa Kampung Makian Kecamatan Bacan Selatan.

Bahkan aparat kepolisian menghadang massa aksi diperkirahkan sejauh 3 kilo meter (km) dari gedung DPRD Halsel. Atau tepat di pertigaan gerbang kantor Bupati Halmahera Selatan.

Akhirnya aksi tersebut sempat menjadi tidak kondusif (ricuh) pendemo dan aparat keamanan saling berbalas lemparan benda dan gas air mata. Terdapat dua demonstrasi dari mahasiswa yang menjadi korban pemukulan, yang diduga dilakukan oleh aparat keamanan.

Orator aksi menyayangkan sikap arogansi pihak keamanan yang tidak membiarkan massa aksi menerobos ke kantor DPRD Halsel untuk menyampaikan aspirasi.

Dikatakan hal itu yang memicu situasi demo menjadi memanas sehingga dua mahasiswa harus di larikan ke RSUD Marabose.

“Ini sangat jauh dari apa yang seharusnya. Kami ingin menyampaikan aspirasi dihadapan DPRD, bukan dihadapan aparat keamanan “percuma”, “kesal Ustam, orator aksi, Selasa (2/9/25)

“Tugas keamanan menjaga bukan menghalangi. Ini sangat jauh dari DPRD sekitar 8 KM jauhnya, “kesalnya lagi.

Situasi saat ini di Kota Bacan terpantau media sudah mulai kondusif. Namun dikabarkan ada beberapa massa aksi yang ditahan pihak kepolisian, belum diketahui secara pasti berapa banyak yang ditahan. Sementara itu, Wakapolres Halmahera Selatan saat ditemui enggan berkomentar. (Red)