TERNATE, JELAJAHPOST.COM | Pertemuan gabungan pada 4 Januari 2025 malam Minggu kemarin, antara mahasiswa, pemuda dan Pemerintah Desa (Pemdes) Kurunga, Kecamatan Joronga, Halmahera Selatan, di salah satu kedai kopi di kota Ternate. Soal Kepala Desa (Kades) Kurunga, Azhar Samiudin yang dinilai tidak jelas dengan pemerintahannya.
Dari hasil pertemuan itu, menurut salah satu staf Pemdes Kurunga Dahrul, Kades Azhar gagal memimpin dan menjalankan tugas tanggung jawabnya sebagai kepala desa, bahkan makin berkurangnya kepercayaan masyarakat, terhadap kepemimpinannya karena dinilai memberikan efek buruk kepada masyarakat.
“Sehingga disaat sekarang ini, hilang sudah kepercayaan masyarakat terhadap Azhar Samiudin selaku Kades Kurunga, “ujar Dahrul kepada Jelajahpost.com, Sabtu (04/01/25).
Bertutur selaku Pemdes, kata Dahrul, banyak yang belum diberikan hak-haknya, mulai dari gaji pemerintah desa atau kaur-kaur desa, BPD, Polindes, badan sarah, guru honorer, dan LPM (Lembaga Pemusyawaratan Masyarakat)
“Kades ini sudah terlalu banyak mengambil haknya orang lain, ada juga BLT (Bantuan Langsung Tunai) itu tidak diberikan, “terangnya.
Lebih lanjut kepala pemuda Desa Kurunga, Sarafudin juga menyampaikan keluhannya kepada mahasiswa, karena berulang kali disaat musdes (musyawarah desa) ketua pemuda selalu meminta pengadaan tenda (sabua) pemuda, karena menurutnya tenda juga termasuk dalam kepentingan masyarakat umum.
“Setiap kegiatan atau acara di desa misalkan orang kawin, orang meninggal atau syukuran, itu pemuda dan masyarakat berbondong-bondong ke hutan bakau atau soki-soki ambil tiang untuk dijadikan tenda acara, “sebut ketua Pemuda Desa Kurunga.
Dan katanya, kalau torang (kami) ambil tiang di soki-soki (hutan bakau) akan ada dampaknya, jadi soki-soki ini bisa dibilang ada dia pe undang-undang lagi.
“Makanya ketua pemuda berikan masukan saran supaya menjaga persiapan acara-acara seperti ini, tetapi Kades tidak perna menyetujui saran dari kami pemuda, ini menjadi rasa kecewa, karena ini sudah keterlaluan, “kesalnya.
Sementara itu pengurus Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Kurunga (HMP2K) Rasdin Bahrudin sebagai Kabid P.A.O HMP2K menegaskan bahwa persoalan di Desa Kurunga sudah tidak lagi baik.
“Jika kita tidak bertindak, ini mencerminkan HMP2K dan Kades yang selaku alumni, yang pernah kuliah dan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan dinilai gagal dalam mendidik yang benar dan tidak mampu memberikan titik cerah kepada masyarakat, “cetus Rasdin Bahrudin Kabid P.A.O HMP2K.
HMP2K menegaskan dan meminta kepada DPMD, Inspektorat dan Bupati Halmahera Selatan. Agar mendengar keluhan masyarakat Desa Kurunga, Kecamatan Joronga Kabupaten Halmahera Selatan.
“Dan itu harus direalisasikan kalau tidak kami akan turun ke jalan Kabupaten untuk menggelar aksi, “tegasnya sembari menutup. (And)













