HALTIM, JELAJAHPOST.COM | Buntut dari tidak terselesaikannya permasalahan yang melibatkan masyarakat Subaim, Kecamatan Wasile dan PT. Alam Raya Abadi (PT. ARA) di Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara.
Mengundang kecaman dari berbagai elemen masyarakat dan para mahasiswa Halmahera Timur yang sementara mengejar study di Jakarta. Mahasiswa/i yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Haltim Jakarta akan segera menggelar aksi demonstrasi di Kantor Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jakarta.
Hal itu ditegaskan koordinator lapangan, Sukardi Husen, bahwa pihaknya akan menggelar aksi demonstrasi di Kantor ESDM Republik Indonesia pada hari Selasa 17 Desember 2024 mendatang.
“Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas masalah yang berlarut-larut di lingkar tambang PT ARA, yang hingga kini belum mendapatkan penyelesaian meskipun manajemen perusahaan telah berganti, “tegas Sukardi kepada Jelajahpost.com, Sabtu (14/12/24)
Sukardi menjelaskan bahwa salah satu persoalan utama yang dihadapi adalah terkait jalan hauling yang digunakan oleh PT ARA. Aktivitas berat di jalan tersebut telah berdampak langsung pada masyarakat sekitar, terutama para petani kelapa di Subaim.
“Samping kiri dan kanan jalan hauling PT ARA ini terdapat lahan perkebunan kelapa masyarakat. Akibat aktivitas PT ARA, banyak kebun kelapa yang mati karena debu dari lalu lalang alat berat pertambangan, “ujarnya.
Menurutnya, dampak lingkungan dan ekonomi akibat kerusakan kebun kelapa masyarakat sekitar, semakin memperburuk kondisi sosial di wilayah tersebut. Ia menegaskan, aksi ini tidak hanya ditujukan kepada Kementerian ESDM tetapi juga sebagai desakan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera menindak tegas PT ARA yang dinilai kebal hukum.
“Kami juga meminta Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini. Jangan sampai PT ARA terus bertindak semena-mena tanpa mempertimbangkan dampak buruk terhadap masyarakat dan lingkungan, “tegasnya.
Sukardi Husen memastikan, aksi di Kementerian ESDM nanti akan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat yang terdampak. Ia berharap aksi ini dapat mendorong pemerintah untuk mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan yang sudah bertahun-tahun terjadi.
Masalah lingkungan akibat aktivitas pertambangan PT ARA ini telah menjadi perhatian publik, terutama mengingat pentingnya keberlanjutan sektor pertanian sebagai sumber mata pencaharian utama masyarakat Subaim. (As)













