Ekonomi & BisnisHalmahera SelatanHeadline

Melalui Pembinaan CSR Harita Nickel, Penghasilan UMKM di Kawasi Melonjak, Setahun Bisa Raut Omzet Rp 500 Juta

125
×

Melalui Pembinaan CSR Harita Nickel, Penghasilan UMKM di Kawasi Melonjak, Setahun Bisa Raut Omzet Rp 500 Juta

Sebarkan artikel ini
Kelompok UMKM Binaan Harita Nickel Saat Mengemas Produk Keripik Pisang Horiwo

HALSEL, JELAJAHPOST.COM | Kehadiran PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel, perusahaan pertambangan dan pemrosesan nikel terintegrasi berkelanjutan yang beroperasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, juga membawa dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal di areal tambang.

PT. Tbk NCKL tidak hanya penyerapan sumber daya manusia (SDM) ke perusahaan, namun juga turut bermunculan beberapa usaha-usaha rakyat yang dijalankan penduduk lokal.

Harita Nickel turut mendorong masyarakat lingkar tambang di Desa Kawasi untuk menumbuhkan perekonomian dengan membangun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pendampingan program insipiratif, Corporate Social Responsibilty (CSR).

Salah satu contoh inspiratif UMKM yang sukses dikembangkan melalui kelompok usaha Obi Jaya Mandiri yang merupakan mitra binaan CSR Harita Nickel di Desa Kawasi adalah UMKM “Horiwo Kawasi” yang digagas oleh Suryani Jouronga atau biasa disapa mama Cahya.

berdiri sejak tahun 2019, usaha ini telah meraih penghargaan dalam ajang Indonesian CSR Awards dan Indonesian SDGs Award 2023 dengan kategori Terbaik 1 Local Hero on Social Responsibility untuk pemberdayaan UMKM.

Sebagai warga asli Pulau Obi, Mama Cahya mengakuh telah merasakan langsung dampak positif dari keberadaan perusahaan. Dirinya pun bersama puluhan perempuan di Desa Kawasi membentuk kelompok UMKM, memproduksi berbagai produk makanan olahan, mulai dari keripik pisang, keripik keladi, tahu-tempe, hingga sambal ikan.

Produk utama yang paling dikenal dari Mama Cahya berupa keripik pisang yang diberi nama Horiwo, asal kata dari Horewo yang berarti mari berkumpul.

”Produk yang paling dicari itu adalah keripik pisang. Kami awalnya tidak mengira kalau keripik pisang dikemas dan dipasarkan seperti ini, “ujar Mama Cahya, dalam rilis pers Harita Nickel, Senin (28/10/2024)

Gambar Sumber Harita Nickel : Proses pemotongan pisang oleh Mama Cahya, Koordinator kelompok UMKM Obi Jaya Mandiri di Kawasi yang dibina oleh CSR Harita Nickel

Mama Cahya menuturkan, bahwa bisa memiliki skill ini setelah mendapat pendampingan dan pelatihan dari pihak perusahaan yang awalnya ragu dalam mengembangkan usaha tersebut. Sebab rata-rata buah pisang di Desa Kawasi punya rasa asin yang tinggi. Mereka khawatir, kandungan rasa pada buah pisang tersebut tidak bisa membawa keuntungan pada hasil jualan mereka.

Keraguan mereka akhirnya berubah menjadi keinginan untuk dapat tumbuh dan berkembang setelah mendapat binaan langsung dari CSR Harita Nickel. Mama Cahya memberanikan diri dengan modal awal dari kantong pribadinya, serta mengajak beberapa perempuan lainnya, mulai membuka usaha keripik pisang Horiwo Kawasi.

Usaha mereka perlahan mulai tumbuh dan menemukan pasarnya. Dengan dampingan CSR Harita Nickel, kelompok ini diajari tentang mengemas dagangan mereka secara baik. Mereka juga diajarkan terkait cara pemasaran. Keuntungan mereka pun naik drastis seiring dengan banyaknya peminat. Saat ini, dalam setahun mereka mampu meraup omzet senilai Rp 500 juta.

“Keberadaan perusahaan telah membuka jalan ekonomi baru bagi saya dan para perempuan Desa Kawasi lain. Kami yang tergabung dalam kelompok UMKM kini memiliki penghasilan tambahan dari yang sebelumnya hanya bergantung dari hasil mencari ikan di laut, “ucap Mama Cahya dengan bangga.

Kelompok UMKM ini menunjukkan bahwa hilirisasi tidak hanya memberikan nilai tambah pada produk tambang semata, tetapi juga dapat memberdayakan masyarakat sekitar dan menciptakan perubahan positif dalam kehidupan mereka.

Sebagaimana diketahui, Desa Kawasi merupakan desa yang terletak bersebelahan langsung dengan kawasan industri Pulau Obi lokasi penambangan dan industrialisasi nikel terintegrasi milik Harita Nickel. (Red)