HeadlineMaluku UtaraNasionalPendidikanTernate

Mahasiswa Biologi UNUTARA Sukses Gelar Kuliah Lapangan, Keanekaragaman Tumbuhan Endemik di Gunung Gamalama

1510
×

Mahasiswa Biologi UNUTARA Sukses Gelar Kuliah Lapangan, Keanekaragaman Tumbuhan Endemik di Gunung Gamalama

Sebarkan artikel ini
Dok. Media | Kegiatan Kulia Lapangan Mahasiswa dan Dosen UNUTARA di Gunung Gamalama, Ternate.

TERNATE, JELAJAHPOST.COM | Kegiatan kuliah lapangan mata kuliah Keanekaragaman Tumbuhan Endemik yang diselenggarakan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) sukses dilaksanakan di kawasan Gunung Gamalama, Ternate pada 04 Januari 2025.

Dengan menggunakan metode jelajah, mahasiswa berhasil mengidentifikasi sejumlah spesies tumbuhan endemik yang unik, terutama di daerah puncak dan hutan primer. Meskipun dihadapkan pada medan yang terjal dan cuaca yang tidak menentu, semangat para mahasiswa tetap tinggi.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan teori yang telah dipelajari, tetapi juga meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya menjaga kelestarian flora endemik Gunung Gamalama.

Temuan-temuan dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut dan upaya konservasi keanekaragaman hayati di Maluku Utara.

“Gunung Gamalama adalah gunung api aktif yang masih sering mengalami aktivitas erupsi. Pulau Ternate benar-benar merupakan sebuah pulau gunung api yang muncul dari dasar laut dan karena sumber daya alam yang melimpah, membuat banyak orang tergiur untuk tinggal di tubuh gunung api ini, “terang dosen Unutara, Haerullah, Sabtu (04/01/25) kemarin.

Gunung api yang berdiri gagah ini mendampingi masyarakat di pulau yang memiliki jari-jari sekitar kurang dari 6,5 km, jarak yang teramat dekat dan beresiko tinggi terhadap keselamatan masyarakat yang hidup disekitarnya.

“Gunung Gamalama terletak pada koordinat 010 48’ LS dan 1270 19,5’ BT serta berada di tengah luas daratan sebesar 250,85 kilometer persegi dan luas wilayah laut sebesar 5.547,55 kilometer persegi. Gunung api ini berada pada ketinggian (+1.715 MDPL) di atas Kota Ternate mulai dari bibir pantai Ternate, “tambahnya

Gunung Gamalama memiliki keunikan tersendiri dalam hal keanekaragaman hayati,
salah satunya dengan keberadaan tumbuhan endemik. Gunung Gamalama lebih dari sekadar gunung berapi aktif, namun juga sebagai sebuah ekosistem kompleks yang telah berevolusi selama ribuan tahun, membentuk habitat unik dari berbagai flora dan fauna. Lokasinya yang strategis di Kepulauan Maluku, serta sejarah letusan yang panjang, telah membentuk lanskap yang dinamis dan kaya akan keanekaragaman hayati.

Gunung Gamalama juga memiliki zonasi vegetasi yang khas, kekhasan ini dipengaruhi oleh ketinggian, curah hujan, dan tingkat kesuburan tanah vulkanik.

Kegiatan ini bertujuan untuk menggali lebih dalam potensi keanekaragaman hayati, khususnya tumbuhan endemik, yang terdapat di Gunung Gamalama, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengamati, mengidentifikasi dan mendokumentasikan berbagai jenis tumbuhan endemik yang hidup di habitat alaminya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah serta meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di wilayah Maluku Utara.

Kegiatan kuliah lapanagan diantaranya adalah Mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan endemik yang terdapat di Gunung Gamalama, Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan dan kelangsungan hidup tumbuhan endemik; Mengevaluasi status konservasi tumbuhan endemik di Gunung Gamalama; dan Merumuskan rekomendasi pengelolaan dan konservasi tumbuhan endemik.

Harapan para dosen matakuliah, A. Haerullah dan Suparman, bahwa mahasiswa dapat memahami jenis-jenis tumbuhan endemik yang ditemukan, disertai dengan deskripsi singkat dan foto; mendeskripsikan kondisi habitat tumbuhan endemik, seperti tipe hutan, ketinggian, kemiringan lereng, dan jenis tanah. Mengidentifikasi ancaman terhadap kelangsungan hidup tumbuhan endemik, seperti aktivitas manusia (perambahan hutan, pengambilan hasil hutan), bencana alam (erupsi gunung berapi), dan perubahan iklim, status konservasi tumbuhan endemik berdasarkan kriteria IUCN Red List atau kriteria lain yang relevan. (An)