DaerahHalmahera SelatanHeadlineMaluku Utara

HMI Tarbiyah IAIN Ternate Soroti Kurangnya Responsif Menyuluruh BPBD Halsel Terkait Bencana Alam di Gane

108
×

HMI Tarbiyah IAIN Ternate Soroti Kurangnya Responsif Menyuluruh BPBD Halsel Terkait Bencana Alam di Gane

Sebarkan artikel ini
Dok. Media | Julfahrul Usman

HALSEL, JELAJAHPOST.COM | Undang-Undang (UU) No. 24 Tahun 2007 mengatur mengenai penyelenggaraan penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab dan wewenang Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan melaksanakan secara terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh.

Julfahrul Usman, Ketua Umum (Ketum) HMI Komisariat Tarbiyah IAIN Ternate, menyoroti kinerja BPBD Halmahera Selatan (Halsel) dalam menangani berbagai bencana di Halsel terkhususnya di daratan pesisir Gane Barat Halsel, Maluku Utara.

Diketahui beberapa hari terakhir cuaca buruk seperti tingginya pasang surut air laut, hujan berkepanjangan disertai dengan angin kencang melanda pesisir wilayah Kecamatan Gane Barat, salah satunya Desa koititi.

“Selain Desa Doro, Koititi juga terdampak bencana gelombang tinggi diserta angin kencang dan juga hujan deras. Akibatnya penahan ombak (suering) dan drainase (got) jebol, memicu bencana banjir, “sebut Julfahrul kepada Jelajahpost.com, Jumat (7/2/25)

Sebut saja banjir rob pada Minggu 2 Februari 2025, suering anjlok, air laut hingga permukiman warga. Tiga hari berikutnya got dibelakang desa jebol mengakibatkan banjir, dampak dari hujan yang berkepanjangan.

“Namun, dalam hal ini BPBD Halsel tidak merespon secara serius padahal terdapat 1 (satu) fasilitas umum dan 14 rumah terendam, 3 diantaranya rusak berat dan dua jalan setapak juga mengalami hal yang sama, “ujarnya.

Julfahrul menjelaskan, masyarakat terdampak bencana pastinya sangat memerlukan perhatian dari pemerintah daerah melalui BPBD Halsel.

“Seharusnya BPBD Halsel tidak terkesan pilih kasih. BPBD menjadi perpanjangan tangan dari pemerintah untuk mengunjungi kodisi wilayah terdampak secara menyeluruh, “tandasnya.

Maka dari itu, BPBD Halsel harus melakukan kewajiban dengan sungguh-sungguh, untuk menyoroti dan melakukan kunjungan ke beberapa desa yang mengalami bencana alam tersebut.

“Namun sayangnya, katanya sebagaimana kewajiban pemerintah oleh BPBD Halsel sampai saat ini tidak merespon masyarakat yang terkena dampak dari bencana alam, khususnya Desa Koititi, “sesalinya.

Lebih lanjut menurut Ketum HMI Tarbiya IAIN Ternate itu, bahwa hingga saat ini cuaca buruk masih saja berlanjut, Ia meminta BPBD Halsel tidak menutup dalam menanggapi berbagai kejadian bencana alam di wilayah Halmahera Selatan.

“Kejadian bencana ini mengancam tempat tinggal mata pencarian dan pendidikan anak-anak mereka. Pemerintah harus lah turun dan melihat kodisi masyarakat terdampak secara menyeluruh, “tuturnya.

Ia berharap adanya uluran tangan sesegera mungkin dari pemerintah daerah untuk setiap wilayah yang terdampak bencana alam.

“Kondisi cuaca buruk hingga kini masih berlanjut, masyarakat was-was dengan bencana banjir susulan. Pemerintah harus mampu menyoroti dan tanggap cepat. Evakuasi ataupun pemberian bantuan kepada setiap masyarakat yang terdampak, “harapnya (red)