Halmahera TimurHeadlineHukrimJakartaNasional

Front Haltim Gelar Aksi di ESDM RI, Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Peralihan Saham dan Data MODI PT. ANI

173
×

Front Haltim Gelar Aksi di ESDM RI, Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Peralihan Saham dan Data MODI PT. ANI

Sebarkan artikel ini
Massa aksi saat menyampaikan aspirasi di depan ESDM RI, Kamis 6 Maret 2025

JAKARTA, JELAJAHPOST.COM | Puluhan massa yang tergabung dalam Front Halmahera Timur (Front Haltim) menggelar aksi demonstrasi di depan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.

Mereka mendesak Menteri ESDM mengembalikan sistem Minerba One Data Indonesia (MODI) PT Adhita Nikel Indonesia (ANI) ke data sebelumnya, di mana pemilik saham mayoritas tercatat atas nama Burhanudin Leman Djailani.

M. Asrul, Koordinator Aksi, menegaskan bahwa Burhanudin Leman Djailani adalah pemilik sah PT ANI berdasarkan akta notaris dan keputusan Kementerian Hukum dan HAM sejak 2007.

Namun, terjadi dugaan manipulasi kepemilikan melalui penerbitan akta baru yang memasukkan nama pihak lain, termasuk Bob Brata Djaya dan rekan-rekannya.

“Asal-usul kepemilikan PT ANI jelas, ada dokumen sah yang membuktikan bahwa Burhanudin Leman Djailani adalah pemilik saham mayoritas dan Direktur Utama. Perubahan yang terjadi belakangan ini diduga kuat merupakan tindakan manipulatif yang dilakukan oleh pihak tertentu, “tegas Asrul dihadapan para demonstran.

Massa aksi menyampaikan dua tuntutan utama yakni. Mendesak Menteri ESDM RI untuk mengembalikan data MODI PT ANI ke data awal yang mencatat Burhanudin Leman Djailani sebagai pemegang saham mayoritas.

Meminta Menteri ESDM RI menghadirkan dokumen persetujuan substansi atas penerbitan MODI Barul PT ANI, yang diduga tidak memiliki Surat Keputusan (SK) pendukung.

M. Asrul juga membantah klaim kepemilikan PT ANI oleh pihak lain, termasuk H. Hutomo Mandala Putra Cs. Menurutnya, klaim tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

Sebagai putra daerah, ia menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya alam oleh masyarakat lokal demi kesejahteraan Halmahera Timur.

“Jika PT ANI dikelola oleh putra daerah yang sah, hasil tambang akan lebih banyak memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, “tutupnya.

Aksi demonstrasi ini berlangsung damai dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Massa berjanji akan terus mengawal persoalan ini hingga Menteri ESDM memberikan respons tegas terhadap tuntutan mereka. (Ass)