DaerahEkonomi & BisnisKesehatanNasional

Aksi May Day 2024 : Rosalina Sangadji Dituntut Copot dari Jabatan Manajer HR

180
×

Aksi May Day 2024 : Rosalina Sangadji Dituntut Copot dari Jabatan Manajer HR

Sebarkan artikel ini

HALTENG, JELAJAHPOST.Com – Tinggal beberapa hari menjelang peringatan Hari Buruh Internasional May Day 2024, ratusan massa bakal hadir di Lelilef, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara bersiap untuk melakukan aksi.

Aksi May Day yang dijadwalkan pada 1 Mei 2024 akan melibatkan sekitar 500 massa yang akan berkumpul di kawasan industri PT. IWIP, yang merupakan gabungan beberapa perusahaan.

Dalam agenda aksi May Day tersebut, Rosalina Sangadji didesak untuk turun dari jabatannya sebagai Manajer HR karena dianggap telah melanggar hak-hak buruh atau pekerja. Tuntutan tersebut termasuk pembatalan surat Nomor 002/HR IR/WBN/01/2024 yang menetapkan kewajiban dan syarat rekrutmen bagi mantan karyawan PT. WBN/PT. IWIP yang dianggap merugikan mantan karyawan dengan memberikan waktu lamaran 1 tahun setelah di-PHK, peningkatan upah karyawan, penerapan K3 yang efektif dan efisien, menghentikan ancaman PHK, mewajibkan divisi untuk patuh pada peraturan yang berlaku tanpa membuat peraturan baru, serta menegaskan bahwa Tenaga Kerja Asing (TKA) harus memiliki izin kerja atau terdaftar sebagai pekerja.

Aksi May Day didasari oleh surat pemberitahuan DPD Serikat Buruh Garda Nusantara Provinsi Maluku Utara Nomor B.110/DPD/SBGN/MALUT/IV/2024 yang telah disampaikan kepada Kapolda Maluku Utara melalui Intelkam Polda Maluku Utara. Dasar hukum aksi May Day mencakup UU Nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum, UU Nomor 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh, UU Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM), dan UU Nomor 12 tahun 2005 tentang pengesahan konvensi Internasional terkait hak-hak sipil dan politik.

Perusahaan yang menjadi sasaran aksi May Day termasuk PT. Indonesia Weda Bay Nikel Industrial Park (PT.IWIP), PT Huafei Nickel Cobalt (PTm Indosino, PT. KWP, PT. DNA), PT. Hillcon Jaya Sakti, PT. PP Presisi, dan PT. Tekindo Energi. Koordinator aksi May Day meliputi M. Indra Sangadji, Rizal Sangadji, M Saleh Latupono, Fahmi Marasbessy, Akbar Abdulaha, dan Husen. (Odhe)