Halmahera SelatanHeadlineMaluku Utara

Asyik.! Ada Les Bahasa Mandarin di Halsel, Hasil Kolaborasi GAMKI dan PT. RKA

394
×

Asyik.! Ada Les Bahasa Mandarin di Halsel, Hasil Kolaborasi GAMKI dan PT. RKA

Sebarkan artikel ini
Peluncuran les bahasa Mandarin

HALSEL, JELAJAHPOST.COM | Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Halmahera Selatan (Halsel) bersama PT. Rimba Kurnia Alam (RKA). Meluncurkan program Les Bahasa Mandarin di Bilqis Caffe, Kota Labuha, Minggu (25/5/2025) malam kemarin.

Acara ini dihadiri Sultan Bacan ke-22, M. Irsyad Maulana Sjah, Koordinator CSR PT RKA M. Husni Abusama, perwakilan Polres Halsel, Kodim 1509/Labuha, perwakilan Harita Nickel, KNPI Halsel, OKP Cipayung, LPK Binari, FPII Korwil Halsel, Gemasuba serta aktivis dan para mahasiswa.

Ketua DPC GAMKI Halsel, Van Costan E.E. Galouw mengatakan, hasil kolaborasi kedua pihak ini, bertujuan untuk membantu penyediaan translator di perusahaan yang beroperasi di Halsel.

“GAMKI sebagai organisasi kepemudaan selalu tampil dengan semangat kreatif di tengah gempuran kecanggihan teknologi. Kami yakin hanya soft skill yang menjadi ukuran mampu bertahan, “ujar Van Costa dalam sambutannya.

Van tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Koordinator CSR M. Husni Abusama yang telah menjadi motivator terselenggaranya kegiatan ini. Program ini diharapkan dapat meminimalisir angka pengangguran di Halsel.

Sultan Bacan ke-22 M. Irsyad Maulana Sjah, juga memberikan apresiasi besar terhadap kolaborasi GAMKI dan PT. RKA ini. Menurutnya, program ini sangat diperlukan di tengah kondisi Halsel saat ini.

“GAMKI benar-benar kreatif dengan melahirkan kegiatan ini. Belajar bahasa lebih dari satu artinya melatih otak agar tidak kaku, sama halnya membuka jendela pengetahuan, “terang Sultan.

Dikatakan Sultan, belajar bahasa asing sama halnya dengan berjalan go internasional tanpa berpindah tempat. Program ini dinilai sangat relevan dengan nilai-nilai keimanan yang mengajarkan kebersamaan antar umat beragama di Halsel.

Lebih lanjut, Koordinator CSR PT. RKA, M. Husni Abusama mengungkapkan, bahwa kolaborasi ini merupakan jawaban atas kebutuhan tenaga translator di industri tambang.

“Saat ini, tenaga translator di sektor pertambangan pengolahan dan pemurnian Obi masih di isi SDM dari luar daerah, “ungkapnya.

“Halsel ada beberapa perusahaan pertambangan yang sedang beroperasi khususnya di wilayah Obi. Ini kesempatan buat putra daerah yang bisa bersaing, “sambung Husni.

Putra asli Bacan itu menjelaskan, profesi translator merupakan skill yang sangat dibutuhkan kapan saja. PT. RKA dan PT. Wanatiara Persada merupakan satu grup, yang belum memiliki tenaga translator asli putra daerah.

“Ke depan kita akan pelan-pelan sesuai kebutuhan merekrut SDM yang sudah berkompeten melalui kolaborasi dengan Pemerintah Daerah via Disnakertrans dalam penyediaan tenaga kerja khusus berbahasa Mandarin, “jelasnya.

Selain itu, kolaborasi ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan sesuai amanat Kepmen 1824 Tahun 2018 tentang Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

“Program ini sudah dicanangkan beberapa tahun lalu dan baru terealisasi tahun ini melalui kolaborasi dengan GAMKI Halsel. Semoga bisa menghasilkan tenaga kerja yang unggul dan bersaing, “cetus Husni.

M. Husni juga menegaskan, selain program les komputer di Obi, program les bahasa mandarin ini bakal menjadi program unggulan PT. RKA. Ia pun berharap program ini tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi sungguh-sungguh dapat mencetak SDM yang siap pakai.

Sebelum di launching, tenaga pengajar Greacea Novita Rahajaan, memperagakan kemampuannya dalam empat bahasa, termasuk bahasa Mandarin. Dilanjutkan dengan peluncuran launching, ditandai dengan pemukulan gong oleh tamu penting yang hadir. (Red)