Topik Terkini

Sema-Habar Ternate Gelar “Bacarita Warga” Bahas Dampak Geothermal di Maluku Utara

550
×

Sema-Habar Ternate Gelar “Bacarita Warga” Bahas Dampak Geothermal di Maluku Utara

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Halmahera Barat

HALBAR, JELAJAHPOST.COM | Menyambut momentum Natal, Sema-Habar Ternate menggelar dialog “Bacarita Warga” dengan fokus pada perlindungan lingkungan hidup dari kerusakan yang ditimbulkan oleh pembangunan energi panas bumi atau geothermal.

Dikatakan Ketua Mahasiswa Halmahera Barat (Halbar) Riwan Basir, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun solidaritas dan memperkuat gerakan warga dalam menghadapi dampak proyek geothermal di Maluku Utara.

“Kita harus saling terhubung agar perjuangan warga tidak berjalan sendiri. Warga yang memiliki nasib sama dalam menjaga hutan, kampung, dan sumber mata pencaharian harus bersama-sama membangun kekuatan,”ujarnya.

Kritik terhadap Geo Dipa Energi,
Riwan menyoroti, praktik Geo Dipa Energi perusahaan geothermal yang saat ini mulai beroperasi di Desa Idamdehe Gamsungi dan Desa Idamdehe.

Menurutnya, sosialisasi terhadap warga dinilai kurang transparan karena dokumen AMDAL hanya tersedia dalam bahasa Inggris, sehingga masyarakat setempat kesulitan memahami. Data terkait dampak proyek juga diperoleh dari jaringan komunitas, bukan dari pemerintah daerah atau Kementerian ESDM.

Terdapat Potensi Dampak Lingkungan

Sema-habar Ternate telah melakukan penelitian dan pemetaan wilayah dampak geothermal di beberapa desa, antara lain Payo, Pateng, Bobo Jiko, Bobo Induk, dan Idam Gamsungi.

Dari data yang dikumpulkan, mata air warga seperti Ake Cipu dan Ake Dolla berpotensi mengalami pencemaran, padahal menjadi sumber utama air bersih bagi masyarakat setempat.

Belajar dari gerakan warga lain
Sema-habar Ternate juga membagikan buku dan sumber informasi terkait energi geothermal untuk mendukung perlawanan warga.

Riwan mencontoh gerakan perlawanan di daerah lain, seperti Flores Timur (NTT), Dieng Wonosobo (Jawa Tengah), Mandailing Natal (Sumut), dan Padarincang (Banten), sebagai inspirasi bagi masyarakat Halmahera Barat.

Komitmen untuk Pembangunan Ramah Lingkungan

Riwan menegaskan bahwa tujuan Sema-habar Ternate bukan anti pembangunan, tetapi memastikan pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Kami ingin Halmahera Barat berkembang tanpa mengorbankan petani dan nelayan, serta menjaga agar warga tidak terpaksa menjadi buruh tambang,” jelasnya.

Sema-habar Ternate berkomitmen mengawal pembangunan Halmahera Barat agar tetap ramah lingkungan, memberikan kesejahteraan bagi masyarakat lokal, dan melindungi hak-hak masyarakat adat seperti Wayoli, Jailolo, Sahu, dan Galela.

“Tetap melawan perusahaan panas bumi (Geothermal). Save Pabos, Idamdehe, Sahu, Wayoli, dan Galela” (Andri)