HALTIM, JELAJAHPOST.COM | Mantan Ketua Kerukunan Pelajar Mahasiswa Galela Maluku Utara (KPMG-MU), Aburijal angkat bicara terkait proyek multiyears jalan trans Galela Loloda yang dibangun pada tahun 2017 hingga 2019.
Pasalnya proyek tersebut tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Ia menyatakan keprihatinannya terhadap hasil yang dianggap jauh dari harapan, mengingat besarnya anggaran yang telah dialokasikan untuk proyek tersebut.
“Proses pembangunan jalan ini tidak memberikan hasil yang maksimal. Dengan pagu anggaran sekitar Rp 290 miliar, pencapaian pekerjaan bahkan tidak mencapai 50%. Ini menjadi pertanyaan besar yang harus dijawab oleh Pemda Halmahera Utara,” ujar Aburijal kepada Jelajahpost.com, Sabtu (03/08/24)
Aburijal mengindikasikan adanya potensi dugaan korupsi dalam proyek tersebut. “Ada kemungkinan indikasi korupsi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Sebagai demisioner Ketua Umum KPMG-MU, saya mengharapkan agar Polda Malut, Kejati Malut, dan KPK RI turut serta melakukan penelusuran terhadap proyek multiyears ini. Dugaan korupsi dalam proyek ini cukup kuat, “tegasnya.
Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proyek-proyek pembangunan di Halmahera Utara. Menurutnya, tanggung jawab ini harus segera ditindaklanjuti oleh dinas-dinas terkait untuk menghindari kerugian yang lebih besar bagi masyarakat.
Ketua KPMG-MU itu berharap adanya tindakan tegas dari pihak berwenang untuk menyelidiki dan mengungkap fakta-fakta terkait proyek jalan trans Galela Loloda ini, serta memastikan bahwa dana yang telah dianggarkan digunakan sesuai dengan tujuan pembangunan yang telah direncanakan. (Asrul)













