AdvertorialDaerahHalmahera SelatanMaluku UtaraTopik Terkini

Pastikan Ketersediaan Obat Esensial dan Non-Esensial, Direktur RSUD Labuha : Obat Jantung Mahal Tetap Disiapkan Demi Pasien

599
×

Pastikan Ketersediaan Obat Esensial dan Non-Esensial, Direktur RSUD Labuha : Obat Jantung Mahal Tetap Disiapkan Demi Pasien

Sebarkan artikel ini

HALSEL, JELAJAHPOST.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, memastikan ketersediaan obat-obatan untuk pasien tetap terjaga. Baik obat esensial maupun non-esensial dipastikan tersedia, meski dalam kondisi tertentu pihak rumah sakit harus mengambil langkah khusus untuk memenuhi kebutuhan pasien.

Direktur RSUD Labuha, Titin Andriani, menjelaskan bahwa sebagai rumah sakit tipe C, klasifikasi obat yang digunakan di RSUD Labuha memang mengikuti standar rumah sakit tipe tersebut. Namun, menurutnya, pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan standar, terlebih ketika menyangkut keselamatan pasien.

“Obat di rumah sakit ini ada dua jenis, obat esensial dan non-esensial. Sebagai rumah sakit tipe C, seharusnya kita hanya menyiapkan obat sesuai standar. Tetapi kenyataannya, ada kondisi tertentu yang mengharuskan kita menyediakan obat di luar standar itu, terutama jika menyangkut penyakit serius seperti jantung,” ungkap Titin kepada wartawan. Pekan lalu

Ia mencontohkan, baru-baru ini seorang pasien dengan penyakit jantung datang ke RSUD Labuha dan membutuhkan obat dengan harga yang sangat mahal. Normalnya, pasien tersebut harus dirujuk ke rumah sakit di Ternate, bahkan hingga Jakarta untuk memperoleh obat itu. Namun, pihak rumah sakit mengambil langkah cepat dengan membelikan obat tersebut agar pasien bisa segera ditangani di Labuha tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

“Obat jantung itu harganya luar biasa mahal. Kalau kami tidak beli, pasien harus dirujuk ke Ternate atau ke rumah sakit di Manado dan Makassar. Tapi kami putuskan untuk menyediakannya demi keselamatan pasien. Prinsip kami, kesehatan pasien lebih utama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Titin menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya agar pasien tidak perlu sering dirujuk ke luar daerah.

“Kami menghitung bukan hanya soal biaya, tapi juga kondisi pasien. Semakin cepat penanganan diberikan, semakin besar peluang kesembuhan pasien,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Direktur RSUD Labuha, La Ode Emi, juga memastikan ketersediaan obat di rumah sakit sangat memadai. Ia menepis isu yang menyebutkan adanya kekosongan obat.

“Obat-obatan di RSUD Labuha sangat lengkap, tidak ada yang kurang. Kalau pun ada keterlambatan distribusi, biasanya hanya satu atau dua hari saja. Jadi tidak benar kalau ada yang bilang obat di rumah sakit ini tidak lengkap,” jelasnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, RSUD Labuha berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat Halmahera Selatan. Upaya ini sekaligus menunjukkan komitmen manajemen rumah sakit untuk memastikan bahwa pasien tetap bisa mendapatkan pengobatan maksimal, meskipun menghadapi keterbatasan fasilitas sebagai rumah sakit tipe C.

Reporter : Didi