TERNATE, JELAJAHPOST.COM _ Dalam momentum peringatan Hari Tani Nasional, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ternate menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perjuangan dan kesejahteraan petani, khususnya di wilayah Provinsi Maluku Utara dan Kota Ternate.
Ketua DPC GMNI Ternate, M. Asrul, menyatakan bahwa GMNI sebagai organisasi yang berakar pada ideologi Bung Karno akan tetap konsisten berdiri di garis perjuangan rakyat, terutama kaum tani.
“Sebagai anak ideologis Bung Karno, GMNI Ternate dan seluruh kadernya berkomitmen kuat untuk terus mengawal dan mendorong kemajuan serta kesejahteraan petani, dengan mendorong kebijakan yang berpihak melalui Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kota Ternate,” ungkap M. Asrul dalam keterangannya, p
Lebih lanjut, GMNI menilai bahwa persoalan agraria dan nasib petani harus menjadi prioritas dalam agenda pembangunan daerah. Upaya perbaikan sektor pertanian, akses terhadap lahan, serta jaminan harga dan pasar bagi hasil pertanian menjadi hal yang harus terus diperjuangkan.
Sementara itu, Sekretaris Cabang GMNI Ternate, Joko M. Jen, menekankan bahwa Hari Tani Nasional bukan sekadar seremoni, melainkan momen penting untuk menghormati perjuangan para petani sebagai pahlawan pangan.
“Hari Tani Nasional adalah ruang penghormatan terhadap petani, bukan ajang provokasi. Pemerintah harus teguh dalam menjalankan Reforma Agraria yang berkeadilan, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui dialog yang terbuka dan kebijakan yang berpihak,” ujarnya.
Joko menambahkan, GMNI akan terus mendorong agar kebijakan agraria di Maluku Utara tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan dan hak-hak petani, khususnya di Kota Ternate.
GMNI Ternate juga mengajak seluruh elemen mahasiswa, pemuda, dan masyarakat sipil untuk bersama-sama mengawal agenda reforma agraria dan kesejahteraan petani sebagai bagian dari cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Reporter : As













