BeritaDaerahHalmahera SelatanHukrimKesehatanMaluku UtaraTopik Terkini

Limbah Medis Bercampur Sampah di RSUD Labuha, Ancaman Serius Kesehatan Publik

1621
×

Limbah Medis Bercampur Sampah di RSUD Labuha, Ancaman Serius Kesehatan Publik

Sebarkan artikel ini

HALSEL, JELAJAHPOST.COM – Kondisi memprihatinkan terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan. Tumpukan sampah yang menggunung di area belakang gedung instalasi pemulasaraan jenazah, Jumat (5/9/2025), memperlihatkan kelalaian fatal dalam pengelolaan limbah di rumah sakit yang seharusnya menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat.

Pantauan media ini menunjukkan berbagai jenis sampah bercampur menjadi satu: kantong plastik, kardus, sisa makanan, hingga limbah medis berbahaya seperti sarung tangan bekas, masker sekali pakai, serta botol infus yang berserakan tanpa pengelolaan standar. Bau busuk menusuk tercium hingga ke area pasien dan keluarga, menimbulkan keresahan luas.

Kondisi ini jelas melanggar PP No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta Permenkes No. 7 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, yang mewajibkan limbah medis dipisahkan, disimpan khusus, dan dimusnahkan dengan insinerator atau pihak berizin. Jika bercampur dengan sampah domestik, limbah B3 berpotensi menularkan penyakit berbahaya seperti hepatitis, HIV, hingga infeksi bakteri mematikan, sekaligus mencemari tanah dan air.

Seorang keluarga pasien mengaku resah dengan kondisi tersebut. “Kami bukan hanya terganggu bau busuk, tapi ini membahayakan kami semua. Kalau ada anak kecil atau orang yang tanpa sengaja menyentuh sampah medis itu, dampaknya bisa fatal,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat menilai manajemen RSUD Halmahera Selatan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) lalai total dalam menjaga standar kebersihan dan keamanan lingkungan rumah sakit. Padahal rumah sakit seharusnya memberi rasa aman, bukan justru menebar ancaman kesehatan baru.

Direktur RSUD Labuha Dr. Titin Adriani saat dikonfirmasi Via pesan WhatsApp tidak merespon.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD maupun DLH belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan pengangkutan sampah dan dugaan bercampurnya limbah medis dengan sampah rumah tangga. Publik mendesak Bupati Halmahera Selatan segera turun tangan karena persoalan ini bukan sekadar sampah, melainkan ancaman keselamatan jiwa di sekitar RSUD. (AWHY)