AdvertorialDaerahHalmahera SelatanHalmahera TengahHalmahera TimurMaluku UtaraNasionalOpiniPemerintahanPolitikTopik Terkini

Korcam MK-Bisa Galela Selatan Angkat Bicara Soal Tendensi Politik Terhadap Muhammad Kasuba

65
×

Korcam MK-Bisa Galela Selatan Angkat Bicara Soal Tendensi Politik Terhadap Muhammad Kasuba

Sebarkan artikel ini

HALUT, JELAJAHPOST.COM | Dalam sistem demokrasi politik kita saat ini, hal yang sering terjadi dalam dunia politik adalah menggunakan modal politik entah bermodalkan politik sosial secara umum ataupun secara khusus. Tentunya hal ini menjadi satu kekuatan dalam dunia perpolitikan (19/07/24)

Namun akhir-akhir ini sering digunakan media untuk menghentikan aktivitas lawan politik dengan menyebutkan Kapitalisasi politik. Padahal sesungguhnya itu adalah pembentukan pengembangan identitas dalam perpolitikan, karena ideologi kultural adalah aset utama dalam merangkum persatuan sesama ideologi.

Menanggapi hal itu, kordinator Tim Pemenangan MK-Bisa Kecamatan Galela Selatan, Sadam Hi Samad angkat bicara soal maraknya isu Kapitalisasi, yang mengarah pada Doktor Muhammad Kasuba, disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab secara tendensius.

Menurutnya, Dr. Muhammad Kasuba adalah toko senior politik di Maluku Utara memiliki sikap politik yang terbuka, serta karisma politik yang kuat, sehingga Beliau selalu diflower oleh masyarakat, tidak hanya Tobelo Galela, tetapi semua suku yang ada di Maluku Utara.

Dikatakan Sadam Hi Samad bahwa, Muhammad Kasuba yang selalu meluangkan waktu untuk membangun relasi tanpa memandang kultural, bahkan menyatukan semua. Muhammad Kasuba sangat memperdulikan kultural ketika berada di posisi kekuasaan dengan selalu terbuka terhadap semua kultur yang ada di Maluku Utara .

“Jadi Tudingan yang dibagikan di media sosial adalah bagian dari lawan politik yang mencoba untuk memerangi dan menurunkan elektabilitas dan aksesibilitas, serta popularitas dengan menyebutkan Sebagai kapitalisasi kultural, “kata Sadam

Padahal, lanjut Sadam, sesungguhnya dalam setiap momentum politik setiap figur selalu mengkonsolidasikan kultural, ini adalah hal yang selalu saja kita lalui dalam setiap moment politik. Jadi bisa saja yang menuduh ini adalah bagian dari orang-orang yang mengkapitalisasi kultural.

Sadam menjelaskan, jika dalam dunia politik ada 3 (tiga) modal yang menjadi pisau utama sebagai loncatan, yakni modal sosial  secara umum (terbuka kepada seluruh masyarakat) dan khusus yang ditujukan pada tatanan ideologis (partai atau pemerintahan).

Modal ekonomi yang menjadi finansial sebagai tiket (ongkos) politik, dalam pembiayaan pada tempat pemilihan dalam melakukan sosialisasi serta kampanye serta menyiapkan baliho sebagai simbolistik publik figur.

Dan terakhir menurut Sadam, yaitu modal intelektual, tercancum pada kecerdasan dan bijak dalam melakukan rancangan, atau planing dalam membuat strategi-strategi politik serta menyiapkan visi dan misi sebagai petarung politik. (Red)