Topik Terkini

Haul ke-10 Joguru Hi. Sadik Djafar Noch di Halsel: Momentum Doa, Silaturahmi, dan Warisan Spiritualitas

345
×

Haul ke-10 Joguru Hi. Sadik Djafar Noch di Halsel: Momentum Doa, Silaturahmi, dan Warisan Spiritualitas

Sebarkan artikel ini

HALSEL, JELAJAHPOST.COM – Suasana haru dan khidmat mewarnai peringatan Haul ke-10 Almarhum Joguru Hi. Sadik Djafar Noch, seorang tokoh agama dan pembimbing spiritual yang sangat dihormati di Maluku Utara. Kegiatan yang digelar pada 1 November 2025 di Desa Tembal, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan ini mengangkat tema “Baku Lia, Baku Sayang, Baku Bawa Bae-Bae” menjadi sebuah pesan moral tentang pentingnya saling mengenal, saling menyayangi, dan menebar kebaikan.

Haul kali ini digagas oleh Novik Hi. Sadik Djafar Noch, putra almarhum sekaligus Ketua Koperasi Alam Sibela Nusantara (KASN) Halmahera Selatan. Dalam sambutannya, Novik menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi bentuk penghormatan dan refleksi atas nilai-nilai yang diwariskan oleh sang ayah.

“Alhamdulillah, haul ke-10 ini dapat terlaksana di tanah kelahiran ayahanda. Setelah sebelumnya kami laksanakan di Bandung dan Jakarta, tahun ini kami ingin masyarakat Halmahera Selatan juga turut mendoakan beliau,” ujar Novik.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari perwakilan Pemerintah Daerah Halsel, Polres Halsel, Lapas Bacan, Kesultanan Bacan, tokoh agama, hingga tokoh adat setempat. Ratusan masyarakat turut hadir memadati lokasi sejak pagi, menciptakan suasana religius dan penuh keakraban.

Lantunan salawat dan zikir yang dibawakan oleh para santri Pondok Pesantren Kupal semakin memperkuat nuansa spiritual acara ini.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Novik Hi. Sadik Djafar Noch bersama Koperasi Alam Sibela Nusantara juga menyalurkan santunan bagi puluhan anak yatim. Tradisi berbagi ini menjadi agenda rutin dalam setiap peringatan haul keluarga besar Joguru Hi. Sadik Djafar Noch.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dan menjadikannya amal jariyah bagi almarhum. Semoga membawa keberkahan bagi semua,” ujarnya

Puncak acara ditandai dengan pembacaan do’a bersama untuk almarhum, dipimpin para ustaz dan tokoh agama dari berbagai kecamatan. Do’a yang dipanjatkan bersama menjadi simbol rasa cinta dan penghormatan mendalam kepada sosok guru spiritual yang telah banyak berjasa.

Semasa hidup, Joguru Hi. Sadik Djafar Noch dikenal sebagai ulama dan pendidik yang menanamkan nilai persaudaraan, kasih sayang, serta kebijaksanaan dalam kehidupan beragama. Murid-muridnya tersebar hingga ke Sulawesi, Jawa Barat, dan DKI Jakarta, menjadikan beliau sebagai figur yang berpengaruh lintas daerah.

“Ayahanda bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan akhlak dan nilai kemanusiaan. Kami ingin semangat beliau terus hidup melalui kegiatan seperti ini,” ucap Novik.

Selain menjadi ajang do’a, kegiatan ini juga memperkuat peran Koperasi Alam Sibela Nusantara sebagai wadah pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat yang berpijak pada nilai spiritual dan kemanusiaan.

Penutupan acara berlangsung dalam suasana hangat dengan ramah tamah dan makan bersama antara panitia, keluarga besar almarhum, dan para tamu undangan.

Melalui tema “Baku Lia, Baku Sayang, Baku Bawa Bae-Bae”, haul ke-10 Joguru Hi. Sadik Djafar Noch menjadi pengingat bahwa kebersamaan, kasih sayang, dan kebaikan adalah warisan spiritual paling berharga bagi masyarakat Halmahera Selatan.

Reporter : Awhy