HALSEL, JP| Nasia Muhamad (56) salah satu pasien bedah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha, asal Desa Pasipalele Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara yang diduga gagal operasi akibat diagnosa penyakit oleh Dokter tidak tepat (Salah), diklarifikasi Dokter Ferdian Hidayat
Sebelumnya, Suami Nasia saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di RSUD Labuha pada Rabu (10/01/2024). Muhamad Idris mengatakan jika, keputusan Dokter untuk melakukan tindakan operasi dinilainya dan keluarga tidak tepat, sebab sebelumnya hasil diagnosa Dokter mengatakan jika Batu Empedu Isterinya sudah terlepas dari bungkusnya
“Saat penyakit isteri saya didiagnosa kirang lebih dua hari lalu, dokter mengatakan kalau kalau kelenjar empedu sudah keluar dari tabung atau bungkusannya maka dipandang perlu untuk di angkat dan itu harus melalui operasi,” kata M. Idris Suami Pasien
Namun, lanjut dia jika, selain hasil diagnosa yang tidak disampaikan ke pihak keluarga, operasi pun tidak sesuai harapan karena kelenjar atau empedu yang dikatakan sebelumnya sudah keluar dari bungkusnya tidak dapat diangkat karena sudah menyatu dengan hati
“Dokter bilang, hasil diagnosa sudah keluar dan empedu harus diangkat yang artinya pasien atau isteri saya harus dioperasi namun faktanya operasi tidak sesuai harapan karena cairan empedu tidak bisa dikeluarkan. Menurut dokter cairan itu sudah menempel di hati,” tukasnya
Hal tersebut kemudian diklarifikasi Direktur RSUD Labuha Dr. Ferdian Hidayah, yang juga sebagai dokter yang membedah atau mengoperasi pasien asal Desa Pasipalele itu.
Dia kemudian membenarkan jika hasil diagnosa memang mengatakan kalau empedu dari pasien atas nama Nasia Muhamad itu sudah keluar dari bungkusannya dan itu benar, namun setelah dioperasi kelenjar empedu itu sudah menyebar dan menempel di Usus kecil dan di Lambung yang jika dipaksakan untuk diangkat maka bisa berpotensi berpengaruh pada kondisi pasien yang akan semakin lemah bahkan ditakutkan terjadi sobekan usus atau lambung
“Bukan tidak berhasil operasinya, tapi pada saat dibedah ternyata cairan empedu itu sudah pecah dan menyebar ke usu kecil dan di lambung bahkan sudah menyatu makanya, kita hanya membersihkan nanah yang ada diantara lambung dan usus kecil (Halus) karena kalau kita paksakan untuk mengangkat empedu yang sudah menyatu dengan lambung kita takutkan akan terjadi sobekan yang berdampak pada kondisi pasien,” ucap Ferdian
Dikatakan Ferdian, saat pembedahan dan menemui masalah pihaknya sudah berkoordinasi dengan keluarga korban dan menjelaskan kondisi pasien. Bahkan Ferdian juga menjelaskan dampak yang akan terjadi pada pasien jika operasi tetap dilanjutkan akan berpengaruh pada kondisi pasien
“Saat pembedahan dan melihat kondisi batu empedu yang tidak bisa diangkat karena menyatu dengan Lambung, kita panggil keluarga pasien dan menjelaskan semuanya kepada mereka bahkan, saya memberikan pilihan apa mau dilanjutkan atau tidak, karena kondisi ini jika kita paksakan untuk di angkat ada dua kemungkinan, pertama dapat berpengaruh pada organ-organ yang lain bahkan berpotensi terjadi sobekan dan yang kedua kondisi pasien akan sangat lemah paska operasi dan itu semua kita sampaikan ke keluarga korban,” ucapnya
Selain itu kata Ferdian, peristiwa tidak terduga yang terjadi pada pasien Nasia saat pembedahan, maka pihaknya memutuskan untuk membersihkan kelenjar empedu di sela-sela usus dan lambung saja serta akan melakukan operasi kembali saat empedu yang melengket di lambung sudah berkurang
“Kita putuskan untuk menutup kembali luka pasien setelah dibersihkan karena empedu yang melengket tidak bisa dipaksakan untuk diangkat karena dampaknya sangat besar. Jadi nanti 2 sampai 3 bulan kedepan kalau perlengketan empedu sudah berkurang, bisa dilakukan operasi lanjutan untuk mengangkat batu empedunya,” pungkasnya (Kun)













