HALSEL, Jp | Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menggelar Sosialisasi pada tingkat Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), digelar sejak tanggal 5 sampai dengan 6 Maret 2024, dengan memberikan dua materi sosialisasi. Yakni, sosialisasi tentang Kesehatan Reproduksi dan sosialisasi tentang Kekerasan, Bullying dan Intoleransi yang diikuti oleh 75 Sekolah dari 30 Kecamatan di Kabupaten Halmahera Selatan, pada Rabu (06/03/2024) di Meeting Room Hotel Palm Desa Tomori.
Ketua Panitia Pelaksana Ate Nurhayati mengatakan jika kegiatan tersebut sudah berjalan selama 2 (dua) hari, dimana hari pertama kegiatan diisi dengan materi tentang kekerasan, bullying dan intoleransi di sekolah tingkat menengah pertama yang dijelaskan secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Siti Khotija, sementara di hari kedua kegiatan lebih ke sosialisasi kesehatan reproduksi sejak dini yang menghadirkan narasumber Dr. Norma dari RSUD Labuha.
Dikatakannya juga, jika tujuan kegiatan sosialisasi yang digelar selama dua hari itu untuk memberikan sosialisasi pemahaman tentang dampak dari bullying dan juga pentingnya kesehatan reproduksi sejak dini ditingkat sekolah.
“Sosialisasi ini tujuannya agar para siswa dan kepala sekolah yang hadir paham betul akan bagaimana efek bullying, dan nantinya mereka bisa mensosialisasikannya di sekolah masing-masing, “ kata Ate Nurhayati, saat diwawancara, Rabu (06/03/2024).
Lebih lanjut, ketua panpel Ate Nurhayati mengatakan, untuk hari kedua sosialisasi tentang kesehatan reproduksi sejak dini pada tingkat SMP, “harapannya agar memberikan wawasan bagaimana pentingnya kesehatan reproduksi sejak dini, yang juga berkaitan dengan penurunan stunting kedepannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Siti Khotija sebelum memberikan materinya, Ia mengatakan berbagai manfaat dari kegiatan yang dilaksanakan tersebut. Dan didalam materi sosialisasinya, Siti Khotija sangat menekankan bagaimana dampak efek dari bullying dan kekerasan, Beliau menjelaskan bahwa ada beberapa dampak bullying kekerasan yang bisa memengaruhi kesehatan mental, sehingga merasa tidak nyaman, cemas dan takut, merasa tidak berdaya, rendah diri hingga depresi atau gangguan kecemasan. Kadisdik Halsel itu juga memaparkan dasar-dasar dilarangnya bullying dan kekerasan.
“Kegiatan yang kami lakukan ini pastinya akan memberikan manfaat yang lebih di sekolah nanti, tidak hanya untuk siswa tapi juga para kepala sekolah yang hadir dalam kegiatan ini, “ ucap Kadis Pendidikan Halsel itu.
Hadir dalam kegiatan, para Narasumber, 75 Kepala Sekolah dan juga 75 siswa/siswi perwakilan dari masing-masing sekolah. (Red)













