DaerahKesehatanPemerintahanPendidikanTopik Terkini

Gelar Sosialisasi, Kadisdik Halsel : Keamanan Siswa Dijamin Oleh Negara

55
×

Gelar Sosialisasi, Kadisdik Halsel : Keamanan Siswa Dijamin Oleh Negara

Sebarkan artikel ini

HALSEL, J| Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan telah menggelar sosialisasi tentang penanganan bullying dan sosialisasi kesehatan reproduksi sejak usia dini, kegiatan tersebut berlangsung selama 2 (dua) hari di Room Meeting Hotel Palm Desa Tomori.

Kepala Dinas Pendidikan, Siti Khotija saat diwawancarai setelah selesai kegiatan. Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan sosialisasi pemahaman undang-undang Permendikbudristek Nomor 40 tahun 2024 tentang perundungan dan intoleransi. Untuk mengenalkan kepada siswa-siswi disetiap sekolah.

“Tujuan diberikannya kegiatan ini adalah agar semua sekolah dan anak-anak memahami perundungan itu seperti apa, kemudian intoleransi itu seperti apa, dan harapannya mereka di sekolah bisa mendapatkan pembelajaran, mendapatkan situasi dengan kondisi psikologis yang aman nyaman sehingga pembelajaran itu bisa tercapai secara maksimal, “ucap Kadisdik Halsel pada Rabu (06/03/2024).

Kadisdik Halsel menyampaikan, jika perwakilan sekolah dari 30 Kecamatan semuanya hadir mengikuti kegiatan yang digelar selama dua hari itu, diantaranya para kepala sekolah dan 1 perwakilan siswa dari masing-masing sekolah. Ia mengharapkan setelah kegiatan para siswa bisa mensosialisasikan di sekolah masing-masing bahkan dengan membuat poster (baliho) dan sebagainya.

“Hal itu perlu dilakukan disetiap sekolah, memasang poster anti bullying, dan kemudian semuanya bisa memahami bahwa keamanan seorang siswa dan siapapun itu dijamin oleh negara, kewajiban sekolah adalah membuat SK TPPK atau Tim Pencegahan Penanganan dan Kekerasan, “kata Kadisdik.

Dikatakan juga oleh Siti Khotija, jika sosialisasi yang dilakukan merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat yang juga berkaitan dengan Program Siswa Berbasis Nilai (PSBN) yang sudah dilaunching sebelumnya oleh Disdik Halsel.

“Memang kalau nyambung dengan PSBN, iya nyambung. Kan semua itu dilakukan dalam rangka untuk siswa bisa mendapatkan hasil pembelajaran yang maksimal, “ pungkas Ibu Kadis.

Terakhir, Ibu Kadis Pendidikan itu menjelaskan, bahwa setiap sekolah harus mengutamakan sekaligus menjaga kenyamanan dalam pembelajaran antara siswa dan para guru di sekolah.

“Kalau secara psychologist dia aman dan nyaman kemudian dia bisa belajar dengan enak, otomatis penyerapan ilmunya pasti akan baik, tetapi jika dia sudah tertekan, dia merasa terancam dan sebagainya akan berefek pada pemahaman dan tidak maksimalnya pembelajaran. “ cetus Ibu Kadis Pendidikan itu. (KnM)