TERNATE, JELAJAHPOST.COM – Aksi kekerasan brutal terhadap seorang pelajar kembali mengguncang Kota Ternate. Seorang siswa SMAN 1 Halmahera Selatan, Fikram Ardiansyah Maruapey (Iyan), menjadi korban pengeroyokan sadis oleh empat orang tak dikenal. Ironisnya, hingga kini para pelaku masih bebas berkeliaran tanpa tindakan tegas dari aparat penegak hukum, Selasa (31/3/2026).
Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 WIT di Kelurahan Toboko, tepatnya di Lorong Gudang Bimoli, sebuah titik yang kini disorot sebagai lokasi rawan kekerasan.
Korban yang saat itu melintas menggunakan sepeda motor tiba-tiba dihadang. Tanpa peringatan, salah satu pelaku menarik baju korban dari belakang hingga kehilangan kendali, sementara pelaku lainnya mematikan mesin motor secara paksa. Dalam hitungan detik, korban langsung dihujani pukulan bertubi-tubi.
Serangan berlangsung cepat, brutal, dan tanpa ampun. Iyan tak memiliki kesempatan untuk melawan. Tubuhnya menjadi sasaran amukan keempat pelaku yang bertindak layaknya tanpa rasa takut terhadap hukum.
Teriakan histeris keluarga korban yang berada tak jauh dari lokasi akhirnya memecah kebrutalan tersebut. Upaya penyelamatan dilakukan dengan penuh kepanikan. Kehadiran warga dan keluarga memaksa para pelaku menghentikan aksi keji itu sebelum akhirnya melarikan diri.
Akibat kejadian ini, korban mengalami luka fisik serius serta trauma mendalam. Tak terima, keluarga segera melaporkan insiden tersebut ke Polres Ternate dengan nomor laporan STPL/172/III/2026/Res Ternate.
Korban telah menjalani visum dan pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim. Namun fakta yang memicu kemarahan publik, hingga kini tidak satu pun dari terduga pelaku diamankan maupun dipanggil.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: ada apa dengan penanganan kasus ini?
Keluarga korban menilai lambannya proses hukum berpotensi memperburuk rasa aman masyarakat. Mereka mendesak kepolisian untuk segera bertindak cepat, menangkap pelaku, dan menegakkan hukum tanpa kompromi.
“Ini bukan sekadar kasus penganiayaan biasa. Ini tindakan brutal yang nyaris merenggut nyawa anak kami. Kami butuh keadilan,” tegas pihak keluarga.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi keamanan Kota Ternate, khususnya bagi kalangan pelajar. Publik kini menanti, apakah hukum akan benar-benar ditegakkan, atau justru kembali tumpul terhadap pelaku kekerasan.
_(Tim













