BeritaDaerahHalmahera SelatanHeadlineMaluku UtaraTopik Terkini

Warga Bibinoi Murka, Kepala Desa Dinilai Abai Saat Banjir

480
×

Warga Bibinoi Murka, Kepala Desa Dinilai Abai Saat Banjir

Sebarkan artikel ini

HALSEL, JELAJAHPOST.COM – Warga Desa Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, meluapkan kekecewaan terhadap Kepala Desa Munir Kasuba yang dianggap abai di tengah musibah banjir. Ironisnya, sang kades baru terlihat hadir setelah tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan turun ke lapangan.

Sudah beberapa hari terakhir banjir merendam pemukiman warga Bibinoi. Puluhan rumah tergenang, aktivitas lumpuh, sebagian perabot rusak, dan sejumlah keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Namun, di tengah kondisi darurat itu, Kades Munir Kasuba tak kunjung terlihat memberi arahan maupun menunjukkan kepedulian.

“Kami sudah berteriak, bahkan sampai lewat media, tapi kepala desa tetap bungkam. Warga butuh pemimpin yang hadir di tengah penderitaan, bukan pemimpin yang lebih memilih tidur,” kesal salah satu warga.

Kondisi Terkini Banjir di Desa Bibinoi

Kemarahan warga semakin memuncak ketika Munir Kasuba baru muncul di lokasi banjir setelah petugas BPBD tiba. Bagi mereka, hal ini menunjukkan bahwa kepedulian sang kades hanya karena ada sorotan pihak luar.

“Lucu sekali, begitu tim BPBD datang, barulah kepala desa muncul. Kalau tidak ada petugas, mungkin dia tetap berdiam diri. Pemimpin macam apa begitu?” sindir warga lainnya.

Masyarakat menilai sikap tersebut mempertegas lemahnya kepemimpinan di Desa Bibinoi. Banjir sendiri bukanlah persoalan baru, melainkan masalah tahunan yang tak pernah diantisipasi dengan solusi nyata.

“Kami selalu jadi korban banjir, tapi tidak ada drainase, tidak ada penanganan darurat. Kalau hanya tunggu BPBD yang turun, buat apa ada kepala desa?” tegas seorang tokoh masyarakat.

Kini, warga mendesak Pemkab Halmahera Selatan, khususnya BPBD, untuk tidak sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga mengevaluasi kepemimpinan Munir Kasuba. Mereka meminta Bupati memberikan teguran keras kepada kades yang dianggap abai terhadap warganya.

“Kami butuh pemimpin yang peduli, bukan pemimpin yang hanya bergerak karena dipantau pihak luar. Kalau begini terus, lebih baik kepala desa diganti saja,” seru warga dengan nada kecewa. (Didi)