HALSEL, JELAJAHPOST.COM – Pengelolaan Dana Operasional Kesehatan (BOK) hampir Rp 1 miliar di Puskesmas Indari, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, menuai sorotan. Kepala Puskesmas (Kapus) Badawi Kamarullah dituding tidak transparan, sehingga menimbulkan keresahan pegawai dan masyarakat. Selasa (9/9/2025)
Sejumlah pegawai mengaku selama ini tidak pernah mendapat penjelasan terkait penggunaan dana tersebut. Padahal, BOK menjadi sumber utama kegiatan pelayanan kesehatan.
“Dana BOK hampir Rp 1 miliar, tapi kami hanya mendapat Rp 170 ribu per hari saat turun ke desa. Untuk tiga hari kegiatan di dua desa, hanya Rp 510 ribu,” ungkap salah seorang pegawai.
Selain minimnya dana kegiatan, Kapus juga diduga menyalahgunakan fasilitas puskesmas. Kendaraan dinas (longboat) disebut kerap dipakai untuk kepentingan pribadi, sementara mesin steril (spit stela) milik puskesmas diklaim seolah milik pribadi. Kondisi puskesmas juga kerap kekurangan ATK dan sarana pendukung.
Pegawai menilai dugaan penyimpangan ini sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa ada perbaikan. Mereka mendesak audit menyeluruh agar anggaran benar-benar digunakan sesuai peruntukan.
DPRD Halmahera Selatan, khususnya Komisi I, diminta segera memanggil Kapus Badawi untuk memberikan penjelasan. “Kami harap DPRD tidak diam. Kapus harus dimintai klarifikasi dan masalah ini diusut tuntas,” tegas seorang tokoh masyarakat.
Dikonfirmasi Kepala Puskesmas Via pesan WhatsApp dan telepon seluler namun tidak mendapat respon dari Badawi Kamarullah hingga berita ini di turunkan.
Jika dibiarkan berlarut, skandal dana BOK ini dikhawatirkan semakin merusak kualitas layanan kesehatan dan menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi kesehatan di Halsel.
Reporter : Didi













