HALTENG, JELAJAHPOST.COM – Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Daerah Halmahera Tengah menutup masa pengabdiannya setelah 34 tahun bertugas, Selasa (31/3/2026).
Di penghujung masa baktinya, ia menyampaikan perpisahan dengan penuh haru. Baginya, momen tersebut bukan sekadar akhir dari tugas, tetapi juga rangkuman perjalanan panjang penuh dedikasi, pengorbanan, dan pembelajaran hidup.
Dengan suara lirih, ia mengakui bahwa selama lebih dari tiga dekade mengabdi sebagai pelayan publik, tak luput dari kekhilafan.
“Dalam perjalanan panjang ini, tentu ada salah dan khilaf. Dengan segala kerendahan hati, saya memohon maaf,” ujarnya.
Selain berpamitan, ia juga menitipkan harapan kepada insan pers dan seluruh elemen masyarakat agar tetap menjalankan peran dalam mengawal demokrasi. Ia menekankan pentingnya penyajian informasi yang jernih, berimbang, serta keberanian untuk menjadi pengingat demi terwujudnya pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih baik.
Menurutnya, kehidupan akan terus berjalan seperti biasa. Namun, hari tersebut menjadi penanda berakhirnya satu fase panjang dalam hidupnya—fase yang penuh kebersamaan dan pengabdian.
“Saya pamit. Terima kasih atas dukungan dan kebersamaan selama ini. Insya Allah, mentari akan tetap bersinar, menjadi saksi bahwa kita pernah bersama,” tuturnya.
Perpisahan berlangsung sederhana tanpa seremoni besar. Ia meninggalkan ruang tugas dengan tenang, membawa doa serta kenangan yang akan terus hidup di benak rekan-rekannya.
Ucapan haru pun datang dari kalangan insan pers yang selama ini turut membersamai perjalanannya. Salah satunya disampaikan oleh Odhe.
“Terima kasih atas ketulusan dan pengabdian selama 34 tahun. Jejak langkah beliau bukan hanya catatan waktu, tetapi juga menjadi bagian dari cerita baik yang akan terus hidup di hati kami,” ungkapnya.
Odhe menilai sosok tersebut bukan sekadar rekan kerja, tetapi juga figur yang menghadirkan keteladanan, kebersamaan, dan kehangatan.
“Kami mungkin tak luput dari salah, namun yang kami kenang adalah kebaikan dan semangat yang beliau tinggalkan,” tambahnya.
Ia juga mendoakan agar masa purnatugas yang dijalani dipenuhi ketenangan, kesehatan, serta kebahagiaan bersama keluarga.
Perpisahan ini meninggalkan kesan mendalam. Sosok tersebut dikenang bukan hanya sebagai aparatur negara, tetapi juga sebagai orang tua, kakak, sahabat, dan panutan.
Di balik akhir masa pengabdian itu, tersimpan keyakinan bahwa setiap akhir adalah awal yang baru, dan kenangan tentang kebersamaan akan tetap hidup, hangat, serta abadi dalam ingatan. (Tim/Red)













