DaerahNasionalOpiniTopik Terkini

Ramadhan 1445 Hijriah, Pemuda Desa Koititi Percantik Areal Musholla

50
×

Ramadhan 1445 Hijriah, Pemuda Desa Koititi Percantik Areal Musholla

Sebarkan artikel ini

HALSEL, J| Kreativitas pemuda merupakan kekuatan yang mampu menggerakkan dunia. Pemuda adalah harapan masa depan bangsa yang memiliki potensi luar biasa untuk menciptakan perubahan dan inovasi di desa. Dalam era digital seperti saat ini, kreativitas pemuda menjadi semakin penting dalam menghadapi tantangan dan peluang yang ada.

Kreativitas pemuda dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru, solusi inovatif, dan karya-karya yang kreatif dalam berbagai bidang salah satunya berkreativias yang islamiyah. Pemuda yang kreatif memiliki cara berpikir yang out of the box, berani mengambil resiko, dan mampu menghadapi perubahan dengan baik.

Hal ini mulai dilakukan pemuda desa Koititi, dalam mengisi kegiatan di bulan suci Ramadhan tahun 1445 Hijriah atau 2024. Pemuda Desa Koititi di Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera selatan, bersama dengan masyarakat terus mengadakan pembersihan dan berkreasi di tempat ibadah, salah satunya di musholla Ar Rahman di RT 06 Komplek Korea.

Kegiatan tersebut bertujuan yang pertama yaitu untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap tempat ibadah pada usia muda yang diisi dengan kegiatan-kegiatan positif islamiyah.

Pemuda yang tergabung bersama masyarakat ini berinisiatif untuk mempercantik areal lokasi musholla, yang sebelumnya telah melakukan peremajaan diawal memasuki bulan suci ramadhan 1445 Hijriah.

Dengan menggunakan dana swadaya masyarakat sekitar musholla pemuda desa Koititi dengan kreativitasnya membangun gapura serta mempercantik dengan lampu hiasan di sepanjang jalan masuk musholla Ar Rahman desa Koititi.

Wagiman salah satu pemuda desa Koititi saat ditemui mengatakan, menjelang sebelum bulan suci ramadhan, sudah dilaksanakannya pembersihan di tempat-tempat ibadah oleh masyarakat desa Koititi, namun dengan inisiatif pemuda dan masyarakat sekitar untuk lebih mempercantik areal musholla, mereka masih bersemangat untuk menambah keindahan dan kenyamanan, tidak hanya bangunan musholla tetapi juga arel musholla.

“Ini inisiatif pemuda dengan bergotong royong bersama masyarakat di sekitar musholla. Musholla ini kan di bangun agar masyarakat yang jauh dari masjid utama dapat dengan lancar melaksanakan sholat 5 (lima) waktu, kaidah musholla memang seperti itu, “ kata pria yang biasa disapa dengan Basten ini.

Sementara di waktu yang sama, sala satu pencerama/ustadz Lakoda sangat mengapresiasi dan mendukung kreativitas pemuda desa Koititi ini, Ia mengatakan, bahwa peran musholla pada saat era global seperti sekarang ini bukan hanya sebagai pendamping dari peran masjid belaka, tidak bisa untuk dipandang sebelah mata.

Lebih lanjut ustadz Lakoda menjelaskan. Musholla, disamping sebagai alternatif masyarakat sekitar melaksanakan shalat lima waktu atau sarana ukhuwah islamiyyah, musholla juga bisa sebagai sarana bantu pendidikan non formal yang memberi dampak positif khususnya kepada warga lingkungan terdekat.

Selain itu Beliau menyampaikan jika, pasca selesai idul fitri 1445 Hijriah nanti, pemuda desa Koititi bersama masyarakat akan mengadakan kegiatan Halal bi halal. Hal itu juga dapat meningkatkan kreativitas pemuda dalam kegiatan-kegiatan bernuansa islam.

“InsyaAllah kegiatan Halal bi halal bisa digelar di desa Koititi setelah idul fitri. Jadi nanti pemuda berkoordinasi juga dengan pemerintah desa, dan semoga ada respon baik untuk bersama-sama mensukseskan kegiatan Halal bi halal nantinya, “ cetus Ustadz Lakoda. (Knm)