HALSEL, JELAJAHPOST.COM_Setelah sebelumnya mencuat dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) oleh Kepala Puskesmas Indari untuk kepentingan pribadi, kini pelayanan kesehatan di fasilitas tersebut juga dikeluhkan masyarakat.
Ikatan Pelajar Mahasiswa Indari (IPMI) dalam pernyataan sikapnya menilai pelayanan Puskesmas Indari sangat buruk. Pasien disebut tidak dirawat dengan baik, keluarga pasien sulit berkoordinasi dengan tenaga medis, hingga sering terabaikan ketika membutuhkan penanganan darurat, seperti pergantian infus.
“Dokter dan tenaga medis kerap beralasan kelelahan sehingga jarang melakukan pemeriksaan. Bahkan Kapus sendiri dinilai jarang berkantor maupun berada di area tugas,” ungkap Ketua IPMI M. Sahrul Rajaloa dalam orasinya.
IPMI menilai buruknya pelayanan ini merupakan bukti nyata gagalnya manajemen di Puskesmas Indari. Mereka pun mengaitkan kondisi ini dengan dugaan penyalahgunaan dana BOK yang sebelumnya ramai dibicarakan, sehingga berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan.
Dalam pernyataan sikapnya, IPMI menyampaikan lima tuntutan tegas:
1. Kapus segera angkat kaki dari jajirah Indari Bacan Barat.
2. Copot Kapus sebagai solusi utama.
3. Evaluasi kinerja tenaga medis PKM Indari.
4. Evaluasi kinerja pemerintah kecamatan.
5. Copot Ketua BPD Desa Indari.
IPMI mendesak pemerintah daerah segera bertindak, agar hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak dan manusiawi tidak terus terabaikan. (Awhy)













