Topik Terkini

Pesta Ronggeng Berujung Ricuh, IPMW Kecam Kadis Perindagkop Haltim yang Abaikan Himbauan Polisi

207
×

Pesta Ronggeng Berujung Ricuh, IPMW Kecam Kadis Perindagkop Haltim yang Abaikan Himbauan Polisi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi | Dok. Jelajahpost.com

HALTIM, JELAJAHPOST.COM – Di tengah kerja keras Kepolisian Daerah Maluku Utara bersama Polres Halmahera Timur (Haltim) dalam memperkuat stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Terjadi sebuah insiden yang mencuat dan memicu keprihatinan luas.

Ironisnya kejadian tersebut di picuh karena acara keramaian malam hari (pesta ronggeng) yang diselenggarakan oleh seorang pejabat Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Haltim.

Pejabat tersebut disebut menggelar pesta ronggeng pada malam pernikahan putranya, yang akhirnya berujung pada bentrokan antar kelompok pemuda, pada Sabtu (11/4/26) malam Minggu.

Menyikapi hal itu, Ikatan Pelajar Mahasiswa Wasile (IPMW) mengecam keras Kadis Perindakop Haltim yang diduga telah mengabaikan instruksi aparat kepolisian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jelajahpost.com, acara pernikahan yang berlangsung khidmat pada siang hari berubah menjadi mencekam saat hiburan malam dimulai. Memasuki pukul 00.00 WIT, suasana mendadak mencekam dan berujung pada bentrokan hebat.

Kericuhan tersebut melibatkan kelompok pemuda dari Desa Kakara Ino, Desa Gamlaha, serta pemuda asal Desa Kakara Pulau di wilayah Halmahera Utara. Selain itu, dua oknum pemuda dari Desa Labi-Labi, Kecamatan Wasile Utara, juga dilaporkan turut terlibat dalam insiden tersebut.

Tragedi ini dipicu oleh aksi pengeroyokan terhadap seorang pemuda asal Hatetabako. Insiden tersebut memancing reaksi kelompok lain hingga konflik meluas dan sulit dikendalikan.

Sorotan tajam kini tertuju pada Kadis Perindakop Haltim selaku penyelenggara acara. Yang sebagai pejabat publik, tindakannya menggelar keramaian di tengah situasi yang dinilai rawan dianggap tidak peka terhadap upaya cipta kondisi yang sedang dibangun aparat keamanan.

IPMW menilai, pejabat publik seharusnya menjadi teladan dalam mematuhi himbauan aparat demi menjaga stabilitas daerah, bukan justru memicu potensi konflik di tengah masyarakat.

Masyarakat Haltim pun dihimbau untuk tetap menjaga keamanan dan tidak mudah terprovokasi. Kedamaian hanya dapat terwujud jika seluruh elemen masyarakat turut berperan aktif dalam menjaga ketertiban.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kalau bukan kita yang menjaga kedamaian, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi” Menjadi pesan moral yang mengemuka pasca insiden tersebut. (@s)