DaerahHalmahera SelatanHukrimTopik Terkini

Marak Sindikat Kayu Ilegal di Gane Timur, APH Terkesan Tidur!

69
×

Marak Sindikat Kayu Ilegal di Gane Timur, APH Terkesan Tidur!

Sebarkan artikel ini

HALSEL, JELAJAHPOST.COM | Wilayah Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, kini terancam lumpuh akibat ulah para penjarah hutan. Sindikat kayu ilegal beroperasi dengan sangat berani, menebang pohon-pohon secara liar dan Ilegal bahkan mengangkut hasil jarahan mereka dengan truk-truk yang melintasi jalan raya tanpa rasa takut.

Berdasarkan laporan warga setempat, dugaan aktifitas penebangan kayu illegal logging di Gane Timur itu berlangsung sudah cukup lama, yang berlokasi di desa Transmigrasi Lalubi dan Desa Fida Akelamo.

“Salah satu pengusaha kayu yang kami ketahui bernama Nacu (40) warga Kota Tidore. Datang langsung ke lokasi penampungan kayu untuk membeli dan langsung angkut kayu hasil ilegal logging kemudian dijual kembali,” ungkap sumber media ini.

Mobil dum truk pasok kayu hasil ilegal Logging

“Iya, penyelundupan kayu menggunakan mobil dum truk dari lokasi keluar di jalan aspal dibiarkan lolos begitu saja oleh APH (Polsek Gane Timur). Padahal melintasi jalan tepat depan kantor Polsek kemudian dibawa ke Sofifi lalu dipasok juga ke Tidore dan Ternate,” tutur warga ini sambil mempertanyakan fungsi pengawasan dan penegakkan hukum Polsek Gane Timur.

Lebih lanjut, warga ini mempertanyakan kinerja Polsek Gane Timur selaku pihak yang memiliki kewenangan dalam penegakan hukum atas dugaan kejadian maraknya illegal logging di wilayah tersebut.

“Yang menjadi pertanyaan kami. Dia (Nacu) membeli kayu tanpa memiliki dokumen lengkap tetapi dibiarkan melewati jalan di depan kantor Polsek Gane Timur. Ada apa sebenarnya dengan Polsek Gane Timur,” timpalnya.

Mirisnya, pihak berwenang terkesan tutup mata, membiarkan kerugian negara terus mengalir. Hukum di wilayah ini tergadaikan, oknum penegak hukum pun tak berani menentang kekuasaan para penjarah hutan.

“Hukum di wilayah ini sudah tergadaikan. Para oknum penegak hukum malah ikut bermain,” ungkap Sabri, seorang warga peduli lingkungan yang prihatin dengan nasib Hutan Halmahera.

“Ini bukan lagi soal ekonomi, ini sudah menyangkut kelestarian hidup kita semua. Hutan Halmahera terancam hancur, dan kita semua akan menanggung akibatnya,” tegas Sabri.

Masyarakat Halmahera menjerit, menuntut tindakan tegas dari pemerintah untuk menghentikan aksi penjarahan ini. Mereka berharap, penegak hukum dapat menindak tegas para pelaku illegal logging, tanpa pandang bulu.

“Hentikan kekejaman ini! Kembalikan kejayaan Hutan Halmahera sebagai paru-paru bumi kita,” tutup Sabri. (Tim)