HALSEL, Jp | Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba dalam agenda memenuhi undangan Masyarakat Pulau Makian pada acara pelantikan pengurus TP-PKK se Kecamatan Pulau Makian dan Bakti Sosial berupa sunatan massal oleh Dinas Kesehatan di Desa Gorup Pulau Makian, disalah artikan oleh warga setempat. Pada Sabtu (10/02/2024)
Sebelumnya Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba sudah mengagendakan kunjungan kerja ke Pulau Makian dalam rangka meninjau langsung Rumah Sakit Prima (RSP) dan Pembangunan jalan segmen Rabutdaiyo-Sangapati di Tahun 2023 lalu yang dinyatakan mangkrak, hanya saja kunjungan itu dipending dan diagendakan kembali hingga selesai Pemilihan Legislatif (Pileg)
Hal itu, dilakukan Bupati karena di tahun 2024 ini sejumlah dana akan kembali dialokasikan Pemerintah Daerah untuk pembangunan jalan Rabutdaiyo-Sangapati sepanjang 3 kilo meter dan RSP Pulau Makian yang meskipun sudah dinyatakan mangkrak serta memiliki sejumlah masalah internal pihak rekanan atau kontraktor.
Mendahului agenda Bupati yang dipending hingga selesai Pileg. Pengurus TP-PKK Kecamatan Pulau Makian dan masyarakat pelaksana Bakti Sosial, mengundang Bupati secara resmi untuk menghadiri pelantikan serta pelaksanaan kerja bakti dibawah koordinator Dinas Kesehatan Halmahera Selatan.
“Agenda kita untuk meninjau pembangunan RSP dan jalan segmen Rabutdaiyo-Sangapati sudah diundurkan hingga selesai Pileg. Namun kedatangan kita disini atas undangan dari Pengurus TP-PKK dan masyarakat pelaksana Bakti Sosial, dibawah koordinator Dinas Kesehatan Halmahera Selatan yang nantinya akan kita lanjutkan dengan meninjau secara langsung pembangunan RSP dan jalan segmen Rabutdaiyo-sangapati,” kata Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba
Namun, kata Bassam, niat baik Pemerintah Daerah untuk meluruskan penyelesaian pembangunan jalan segmen dan Rumah Sakit Prima Makian disalah artikan sehingga, kita ditolak dan tidak diberikan kesempatan untuk memberitahukan serta menjelaskan anggaran yang sudah kita sepakati untuk melanjutkan pembangunan jalan dan RSP serta kendala yang terjadi sehingga terjadi keterlambatan pekerjaan.
“Bukti keseriusan kami untuk meneruskan pembangunan jalan dan Rumah Sakit terlihat saat kami berinvestasi untuk Asphalt Mixing Plant (AMP) sebagai upaya pembagunan jalan tahun 2024 ini di pulau Makian. Anehnya kedatangan kami di tolak dengan alasan kelanjutan pembangunan jalan dan RSP, sementara kedua kegiatan pembangunan itu sudah kita anggarkan dan itu sudah final berjalan bahkan dalam waktu dekat sudah dilanjutkan pembangunannya,” ucap Bassam
Anehnya, masa aksi tidak mau memberikan kesempatan kepada Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan rombongan untuk menjelaskan terkait kelanjutan pembangunan di Pulau Makian (KnM)













