HALSEL, JELAJAHPOST.COM – Jembatan perahu di Dusun Kusuhijrah, Desa Kisubibi, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, yang dibangun Pemerintah Daerah melalui Dinas Perhubungan pada tahun 2012 lalu, kini kembali rusak total. Jembatan sepanjang 363 meter tersebut merupakan satu-satunya akses warga menuju Labuha, ibu kota kabupaten.
Kerusakan jembatan membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama untuk kebutuhan penting seperti mengurus administrasi kependudukan maupun keperluan lain di Labuha. Warga terpaksa menggunakan transportasi laut seperti speedboat dan kapal kayu, yang dinilai tidak selalu aman dan nyaman.
Salah satu warga Kusuhijrah, Jamal Majid, kepada Jelajahpost.com menuturkan bahwa jembatan tersebut pertama kali dibangun pada masa kepemimpinan Bupati Halsel, DR. Muhammad Kasuba, pada tahun 2012. Kemudian pada 2019 sempat direhabilitasi oleh Kepala Desa Muhammad Abd Fatah melalui anggaran Dana Desa (DD).
“Torang (kami) masyarakat Kusuhijrah so (sudah) setengah mati kalau jembatan ini rusak, karena hanya jembatan ini yang bisa torang gunakan sebagai penghubung ke Labuha. Tanpa jembatan ini torang tara (tidak) bisa ke Labuha lagi,” keluh Jamal.
Ia menambahkan, jembatan perahu tersebut sangat vital bagi kebutuhan masyarakat. “Kami harap pemerintah daerah bisa membangun jembatan yang lebih layak, karena masyarakat Kusuhijrah juga punya kepentingan ke Labuha. Kalau jembatan ini rusak, otomatis akses kami terputus,” sambungnya.
Selain itu, Jamal menyebutkan bahwa keperluan warga ke Labuha bukan hanya untuk berdagang atau bekerja, tetapi juga mengurus dokumen penting seperti Kartu Keluarga (KK) dan KTP. “Kalau jembatan rusak, torang tidak bisa lagi ke Labuha,” katanya.
Sebagai tokoh masyarakat, Jamal berharap Bupati Basam Kasuba dapat memberi perhatian serius terhadap kondisi tersebut. “Kami minta Pemda Halsel, khususnya Bupati, agar membantu membangun kembali jembatan ini demi kepentingan dan kebutuhan masyarakat,” tandasnya.
Jembatan perahu sepanjang 363 meter yang menjadi urat nadi transportasi warga Kusuhijrah diharapkan bisa segera diperhatikan pemerintah. Bagi masyarakat setempat, keberadaan jembatan tersebut adalah kebutuhan mendesak yang sangat vital bagi aktivitas sehari-hari. (Didi)













