HALSEL, JELAJAHPOST.Com| Bahrain Kasuba, mantan Bupati Kabupaten Halmahera Selatan yang kini muncul sebagai Balon Bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Tahun 2024, telah menarik perhatian publik.
Akan tetapi, dengan sejarah politik yang cukup kompleks, pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah masih ada partai politik yang percaya pada dirinya setelah meninggalkan partai yang pernah mengusungnya (PKS),,,?
Bahrain Kasuba yang lahir pada 29 Januari 1967, menjalani karier politik yang cukup gemilang dengan latar belakang sebagai Bupati selama satu periode, serta pengalaman sebagai Ketua DPRD Halmahera Selatan, yang memiliki basis kuat dalam politik lokal.
Namun, kata orang dekatnya Bahrain saat masih menjadi Bupati, dalam perjalanan politik, Bahrain Kasuba diketahui sering berpindah partai. Dimana, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang menjadi partai pertama dan sebagai Partai pembuka jalan karir politiknya selama hampir kurang lebih 20 tahun itu, tidak luput dari kata dilepaskannya.
“Saat itu saya juga bertindak sebagai aktor untuk mendorong Bahrain keluar dari lingkaran PKS,” kata pria yang enggan namanya dipublis saat dikonfirmasi jelajahpost.com Jum’at (03/05/2024)
Perjalanan politik mantan Bupati itu, tertera dalam sejarah Pemilihan di Kabupaten Halmahera Selatan seperti pada tahun 2004–2009, dibawah naungan Partai PKS Bahrain Kasuba terpilih sebagai Wakil Ketua DPRD Halmahera Selatan. Tidak hanya sampai disitu pada periode berikutnya dimana, masih di bawah Partai PKS Bahrain Kasuba kembali terpilih menjadi anggota DPRD dan dinobatkan sebagai Ketua DPRD pada periode 2009–2014, yang kemudian menjejaki karir politik ke tingkat Provinsi sebagai Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara pada periode 2014-2019
“Karir Bahrain di kursi parlement berakhir dengan pilihan politik yang diputuskannya untuk ikut bertarung sebagai Calon Bupati Halmahera Selatan periode 2016–2021, lebih tepatnya diakhir masa jabatan mantan Bupati Muhamad Kasuba” ucapnya
Nahasnya, tambah pria yang mengaku mendampingi Bahrain saat masa kejayaannya, setelah terpilih sebagai Bupati, pada masa itu, Bahrain Kasuba memilih meninggalkan Partai PKS. Dimana saat itu, dia masih menjabat sebagai Bupati aktif usungan PKS tahun 2018 lalu
“Saat memilih hengkang dari PKS Bahrain Kasuba resmi menggandeng PKPI dimasa itu. Anehnya pada momen pemilihan Legislatif PKPI di bawah naungan Bahrain Kasuba, hanya mampu meraih satu kursi DPRD saja yang pada akhirnya PKPI pun memilih meninggalkan Bahrain Kasuba saat pemilihan Bupati di akhir periode pertamanya tahun 2020-2021 saat Bahrain akan ikut bertarung lagi sebagai Calon Bupati kala itu,” tambahnya
Partai politik yang kemudian ikut bergabung untuk mengusung Bahrain Kasuba, selain PKPI partai Gerindra juga memilih merekomendasikan Bahrain hingga pada akhirnya Partai Gerindra memilih Golput atau tidak mengeluarkan B1KWK nya kepada Calon Bupati dan Wakil Bupati manapun meskipun Bahrain Kasuba sudah dinyatakan tidak memenuhi unsur dukungan kursi di parlemen atau dinyatakan gugur oleh KPU Halmahera Selatan sebagai Bacalon Bupati periode 2021-2024.
Berjalannya waktu, jauh sebelum memasuki pemilihan Kepala Daerah tahun 2024 ini, Bahrain kembali dikabarkan hengkang dari Partai Gerindra dan memilih PDI-P dimana, hal itu dinyatakan Ketua Bappilu Partai Berlogo Banteng itu, sebagaimana diberitakan oleh beberapa media Online. Meskipun Gerindra sudah terlihat begitu konsisten dan akan mengakar dengan mantan Bupati itu.
“Sedikit ulasan gambaran perjalanan politik Bahrain Kasuba di atas maka, Tantangan bagi Bahrain Kasuba adalah bagaimana membangun kembali kepercayaan dari partai politik, sambil tetap mempertahankan dukungan masyarakat yang dikabarkan begitu konsisten dengannya,” tukasnya
Menurutnya, Dengan pengalaman politik yang cukup luas dan jaringan yang kuat, Bahrain Kasuba masih menjadi salah satu kandidat yang patut diperhitungkan dalam kontestasi politik 2024
“Pertanyaannya sekarang adalah, apakah Bahrain Kasuba dapat memperoleh dukungan penuh dari partai politik,,,? sementara peristiwa-peristiwa yang digambarkan di atas menjadi gambaran komitmen Bahrain Kasuba dalam berpartai dimana, terlihat mantan Bupati periode 2015-2021 itu tidak komitmen bersandar di satu Partai Politik,” pungkas pria itu (Red)













