AdvertorialDaerahNasionalPemerintahanPendidikanTopik Terkini

Hadiri Rakor RBD Bupati Halsel Diapresiasi Kepala Kantor Bahasa Maluku Utara

31
×

Hadiri Rakor RBD Bupati Halsel Diapresiasi Kepala Kantor Bahasa Maluku Utara

Sebarkan artikel ini

TERNATE, J| Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara (Malut) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD). Merupakan Program pelindungan dan pemodernan bahasa dan sastra, yang menjadi salah satu program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Program ini telah berjalan sejak tahun 2022 di Maluku Utara dengan tajuk “Revitalisasi Bahasa Daerah”.

Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT), Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara telah mengupayakan pelaksanaan komitmen, dari  berbagai program Revitalisasi Bahasa Daerah. Di tahun 2023 Kantor Bahasa Prov Malut telah merevitalisasi 5 (lima) Bahasa Daerah, diantaranya Bahasa Makian Dalam, Bahasa Daerah dari Kab. Halmahera Selatan, Bahasa Tobelo dari Halut, Bahasa Ternate, Bahasa Sula Kep. Sula, juga Bahasa Sahu dari Halbar, dan revitalisasi tahun 2024 bertambah satu Bahasa Daerah dari Kabupaten Halmahera Timur, yakni Bahasa Buli.

Kepala Kantor Bahasa Malut, Dr. Arie Andrasyah Isa, S.S., M.Hum, mengatakan, pelaksanakan revitalisasi bahasa daerah merupakan bentuk tindak lanjut dari Program Merdeka Belajar Episode Ke-17 Revitalisasi Bahasa Daerah yang diluncurkan oleh Mendikbudristek pada tanggal 22 Februari 2022. Dan Revitalisasi 2024 ini terdapat 6 (enam) Bahasa Daerah yang direvitalisasi.

“Tahun 2024, kami akan merevitalisasi enam bahasa daerah, lima diantaranya telah direvitalisasi pada tahun sebelumnya, yakni Bahasa Makian Dalam (Halsel) Bahasa Tobelo (Halut) Bahasa Ternate, Bahasa Sula di Kep. Sula, dan Bahasa Sahu (Halbar). Satu tambahan, yaitu bahasa daerah Buli di Kabupaten Halmahera Timur, “ jelas Kepala Kantor Bahasa Malut Dr. Arie. Andrasyah Isa, pada sambutannya di Ballrom Muara Hotel Ternate, Selasa (27/02/2024).

Rakor RBD 2024 ini, juga dihadiri secara langsung oleh Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, yang mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Bahasa Malut Dr. Arie Andrasyah Isa. Ia mengungkapkan bahwa dirinya merasa senang dan sangat mengapresiasi atas kehadiran dari Kepala Daerah Kabupaten Halmahera Selatan itu.

“Ini luar biasa, agenda kita dihadiri oleh salah satu Kepala Daerah, yakni Bapak Bupati Halmahera Selatan. Ini pertama kalinya, kami sangat mengapresiasi kepada Bapak Hasan Ali Bassam Kasuba atas dukungan dan tentu kepeduliannya terhadap pelestarian Bahasa Daerah, “ ungkapnya.

Tersentuh dengan kehadiran dan dukungan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba, Kepala Kantor Bahasa Prov. Malut ini kemudian meminta kepada orang nomor satu di Halsel itu untuk menutup secara resmi kegiatan Rapat Koordinasi Antarinstansi Revitalisasi Bahasa Daerah Provinsi Maluku Utara tahun 2024.

Sementara, Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dalam kesempatan penyampaian sambutannya mengaku sangat mendukung, serta mengapresiasi terhadap upaya pelestarian bahasa daerah yang telah dilakukan oleh Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara.

“Kehadiran saya disini tidak lain karena  tentunya saya sangat mendukung upaya pelestarian bahasa daerah, secara pribadi saya merasa ini menjadi sangat penting untuk menjadi perhatian kita semua, “ ujarnya

Lebih lanjut, Bupati Halsel itu menuturkan bahwa, generasi muda saat ini hanya beberapa yang bisa menuturkan bahasa daerah, dengan banyaknya faktor, baik perkembangan zaman dan sebagainya.

“Saya harapkan kita semua yang hadir disini dapat bersinergi, sebagaimana yang diungkapkan kepala kantor sebelumnya bahwa bahasa ini adalah jati diri, karenanya mari kita menaruh perhatian serius dan mendorong bahasa daerah ini bisa menjadi perhatian di tingkat daerah. Dan tentunya saya mendukung penuh revitalisasi Bahasa Makian Dalam, dan bahasa-bahasa daerah lainnya di Halmahera Selatan. “pungkas Bupati.

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Muara Hotel Ternate ini dihadiri juga oleh Sekda Kep. Sula serta Perwakilan dari enam  Kabupaten Kota di Maluku Utara yang juga sebagai peserta Rakor. (Red&Tim)