Topik Terkini

BPBD Halsel Tinjau Lokasi Bencana Abrasi Pantai di Gane Barat Utara

45
×

BPBD Halsel Tinjau Lokasi Bencana Abrasi Pantai di Gane Barat Utara

Sebarkan artikel ini

HALSEL, Jp| Tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan, melaksanakan peninjauan lapangan terhadap lokasi bencana abrasi pantai gelombang laut berdasarkan surat tugas yang dikeluarkan kepala pelaksana BPBD Halsel, nomor 360/283/2023 tanggal 24 Januari 2023 terhitung dari tanggal 24 s/d 25 Januari 2023.

Tujuan peninjauan tersebut untuk membantu BPBD Halsel dalam mengaktivasi posko penanganan bencana, memperlancar koordinasi dengan sector terkait melalui rapat koordinasi dalam mendukung penanganan darurat bencana, investigasi daerah rawan bencana abrasi pantai gelombang laut, serta melaksanakan kegiatan press release kepada masyarakat dan tim media cetak online.

Personil yang diturunkan yaitu Kepala seksi kedaruratan, Rahmad Kamarullah, kasie logistik Sukari Sudjana, staf logistik Ida Rochani, serta staf kedaruratan Harnayati Muhammad, dan Ria Restu Ayu DJ. Laso.

Bencana kejadian tersebut berupa abrasi pantai akibat cuaca ekstrim, yang terjadi pada 15 Januari 2023 sekitar pukul : 16:30 WIT di Desa Moloku, Samat, dan Desa Batulak di wilayah Kecamatan Gane Barat Utara. Yang mengakibatkan terjadinya kerusakan talud pantai yang berdampak pada pemukiman warga, sarana Ibadah (Masjid) sarana pelayanan kesehatan polindes, puskesmas pembantu, serta terjadinya kepanikan warga di desa-desa terdampak.

Dan dalam penanganan tersebut, tim BPBD melaksanakan kegiatan identifikasi terhadap rumah penduduk dan infrastruktur lainnya di pesisir pantai di desa terdampak. Dan dari hasil pengamatan dan analisis yang dilakukan tim BPBD terdapat beberapa kesimpulan yaitu, kerawanan terhadap permasalahan gelombang laut yang terjadi di Desa Moloku, Desa Samat dan Desa Batulak dengan pemicu utamanya kondisi cuaca yang ekstrim serta belum adanya infrastruktur break water yang memadai.

Oleh karena itu, mengacu pada kesimpulan yang telah diuraikan tim BPBD, perlunya peningkatan sosialisasi kepada warga
masyarakat desa terdampak untuk lebih mengenal dan memahami potensi cuaca ekstrim serta gejala-gejala yang mengawali terjadinya mitigasi bencana akibat gelombang laut. Masyarakat diminta agar selalu mengikuti arahan BPBD atau pemerintah daerah.

Sementara, desa terdampak membutuhkan sarana bantuan dari pihak Instansi teknis terkait agar dapat berkoordinasi untuk segera melakukan tindakan dengan melakukan berbagai perbaikan infrasturktur pemecah ombak. Dikarenakan talud pengaman pantai sudah mengalami kerusakan mengingat kondisi cuaca yang masih ekstrim sangat berpotensi dan mengancam jiwa warga desa terdampak.

Diantaranya melakukan perbaikan darurat talud pengaman pantai Desa Moloku sepanjang 380 Meter, Desa Samat sepanjang 496 Meter, dan talud pengaman pantai di Desa Batulak sepanjang 205 Meter. (KnM)