HALSEL, JELAJAHPOST.COM — Upaya pencarian terhadap seorang warga Desa Bosso, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan yang hilang saat memanah ikan terus dilakukan hingga Selasa (09/12/2025). Korban diketahui bernama Derianto Cin (24), yang belum kembali setelah pergi mencari ikan dengan cara tradisional pada Senin sore.
Kejadian bermula ketika korban keluar rumah pada pukul 17.00 WIT, membawa peralatan panah dan perlengkapan selam sederhana. Kegiatan memanah ikan merupakan aktivitas yang cukup umum dilakukan oleh masyarakat pesisir di wilayah tersebut, terutama di perairan Pulau Sali yang dikenal kaya hasil laut.
Namun, setelah beberapa jam berlalu, korban tidak juga kembali. Pihak keluarga awalnya mengira ia masih dalam perjalanan pulang atau memperpanjang waktu pencarian ikan. Namun hingga malam hari, tak ada tanda-tanda keberadaannya.
Warga kemudian melakukan pencarian mandiri di lokasi yang biasanya menjadi titik penyelaman korban. Dalam pencarian tersebut, masyarakat menemukan alat panah milik korban terapung di permukaan air, namun tanpa keberadaan korban di lokasi.
Merasa situasi semakin darurat, Kepala Desa Kaireu kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Unit Siaga SAR Halmahera Selatan. Laporan resmi diterima pada Selasa pagi.
Kasubsie Operasi dan Siaga Kantor SAR Ternate, Ferdinando Jofandri, menjelaskan bahwa begitu laporan diterima, proses koordinasi dengan instansi terkait langsung dilakukan. Tim Rescue SAR Halsel kemudian diberangkatkan menuju desa terdekat dengan lokasi kejadian.
“Pada pukul 07.10 WIT tim bergerak menuju Desa Kaireu menggunakan kendaraan darat, kemudian melanjutkan perjalanan ke lokasi pencarian menggunakan Rubber Boat. Pencarian fokus pada area terakhir korban diduga melakukan aktivitas memanah ikan,” jelas Ferdinando.
Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran permukaan air, pemantauan garis pantai, serta pemeriksaan titik-titik penyelaman yang biasa digunakan masyarakat sekitar. Selain itu, personel SAR juga memperhitungkan pola arus laut dan arah angin yang berpotensi mempengaruhi posisi korban jika terbawa arus.
Operasi ini melibatkan berbagai unsur yang ada di wilayah Halmahera Selatan, di antaranya: Unit Siaga SAR Halmahera Selatan, Pos Polair Halmahera Selatan, Pos TNI AL Halmahera Selatan, Pemerintah Desa Kaireu
Keterlibatan warga setempat cukup membantu, karena mereka mengetahui karakteristik wilayah serta titik rawan arus bawah laut yang sering menjadi ancaman bagi aktivitas memancing atau menyelam.
Menurut keterangan petugas, kondisi cuaca di lokasi pencarian sejak pagi hingga siang terpantau fluktuatif, dengan gelombang kecil hingga sedang. Meski kondisi tersebut belum mencapai kategori membahayakan operasi, tim tetap melakukan pencarian dengan sangat hati-hati.
Tim SAR juga mempertimbangkan kemungkinan bahwa korban mengalami kram otot, kecelakaan saat menyelam, atau arus kuat yang menyeretnya dari lokasi awal.
Keluarga korban bersama warga setempat terlihat menunggu dengan cemas perkembangan operasi pencarian. Banyak warga masih berharap korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
Beberapa di antaranya juga memberikan informasi tambahan kepada tim SAR mengenai kebiasaan korban dalam memilih lokasi memanah ikan serta area yang sulit dijangkau namun sering ia datangi.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih berlangsung dan belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Operasi akan dilanjutkan hingga batas waktu sesuai prosedur operasi pencarian dan pertolongan.
Tim SAR menyatakan bahwa apabila diperlukan, area pencarian akan diperluas dan dilakukan hingga radius beberapa mil laut dari titik temuan alat panah korban.
“Kami akan terus melakukan pencarian sampai ditemukan tanda-tanda atau hasil yang signifikan. Tim tetap standby sepanjang proses berlangsung,” tegas Ferdinando.
Informasi lanjutan terkait perkembangan operasi pencarian akan diperbarui apabila terdapat temuan berikutnya. (Red)













