BeritaDaerahHalmahera SelatanMaluku UtaraPemerintahanTopik Terkini

Skandal Tower Misterius, Diskominfo Bungkam, Warga Meradang

1278
×

Skandal Tower Misterius, Diskominfo Bungkam, Warga Meradang

Sebarkan artikel ini

HALSEL, JELAJAHPOST.COM_Polemik keberadaan sebuah tower jaringan di salah satu desa di Halmahera Selatan kini memicu kemarahan publik. Tower yang diduga tak memiliki status resmi itu berdiri bak “monumen besi tua” tanpa fungsi, terbengkalai bertahun-tahun, sementara warga setempat masih terjebak dalam keterisolasian komunikasi.

Alih-alih memberi manfaat, keberadaan tower tersebut justru menimbulkan kecurigaan besar. Proyek yang mestinya menjadi solusi, kini dipandang masyarakat sebagai simbol kegagalan dan dugaan permainan anggaran. Ironisnya, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Halmahera Selatan sampai hari ini memilih diam seakan menutupi sesuatu yang janggal.

“Tower itu hanya pajangan. Kami tetap kesulitan jaringan. Kalau resmi kenapa tidak berfungsi? Kalau ilegal, kenapa bisa berdiri? Ini jelas ada yang ditutupi. Pemerintah harus berani buka mulut!” tegas seorang warga dengan nada kecewa.

Diamnya Diskominfo semakin memperkuat dugaan publik bahwa ada praktik kotor di balik pembangunan tower misterius ini. Pertanyaan besar muncul: apakah tower ini dibangun lewat mekanisme resmi dengan izin sah? Jika iya, mengapa tak dioperasikan? Jika tidak, bagaimana mungkin bisa lolos tanpa pengawasan pemerintah daerah?

Seorang pengamat lokal bahkan menyebut sikap bungkam Diskominfo sebagai bentuk pengkhianatan terhadap prinsip keterbukaan informasi publik. “Ini bukan sekadar kelalaian, tapi bisa masuk kategori pembiaran. Transparansi itu kewajiban, bukan pilihan. Dengan terus menutup mulut, Diskominfo hanya menimbun bara ketidakpercayaan masyarakat,” sindirnya tajam.

Dampak sosial dari tower terbengkalai ini pun nyata. Anak sekolah kehilangan akses belajar daring, pelaku usaha lumpuh komunikasi dengan pelanggan, bahkan pelayanan publik berbasis digital tidak berjalan. Warga merasa dipermainkan.

“Ini sudah bukan soal jaringan, tapi soal keadilan. Tower ada di depan mata, tapi manfaatnya nol. Kami dipaksa hidup di masa lampau, sementara pemerintah sibuk diam. Ini penghinaan terhadap rakyat,” kecam warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, Diskominfo Halmahera Selatan masih bungkam tanpa penjelasan sedikit pun. Publik menilai, jika kasus ini terus dibiarkan, tower misterius itu akan menjadi bukti telanjang betapa lemahnya pengawasan pemerintah daerah sekaligus indikasi kuat adanya permainan busuk di balik proyek.

Masyarakat kini mendesak agar DPRD turun tangan memanggil Diskominfo, membuka fakta, dan mengusut tuntas misteri tower yang selama ini dipelihara dalam kabut kebisuan. Jika tidak, kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah dipastikan runtuh.

Reporter : Awhy